RADARSEMARANG.COM, Mungkid – Tebing yang berada di pinggir Sungai Elo Dusun Pangonan, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan longsor. Satu rumah terancam ambruk lantaran hanya berjarak tiga meter dari tepi longsoran.
Pantauan RADARSEMARANG.COM, lokasi sudah dipasangi safety line oleh BPBD Kabupaten Magelang. Terbentang sekitar 10 meter mengikuti tepi area longsoran. Sementara tinggi tebing mencapai 30 meter. Sisa tanah dan pohon yang jatuh ke sungai pun masih tampak jelas dari atas.
“Kejadiannya Jumat kemarin. Bapak saya sempat mendengar gemuruh,” kata Ahmad Mufid kepada RADARSEMARANG.COM Senin (30/1).
Ia menceritakan, sebelum terjadi longsor, wilayahnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Kontur tanah gembur yang berada di belakang rumah itu tak mampu menyerap air. Selain itu memang posisi tebing yang sangat curam. “Nggak ada penyangganya. Sekitar empat meter tanah yang longsor,” ujarnya.
Kejadian itu membuat keluarganya cemas. Kini, jarak antara bangunan rumah dengan tebing hanya tiga meter. “Ya khawatir takutnya nanti semakin melebar ke bangunan,” ucap Mufid.
Menanggapi hal itu BPBD Kabupaten Magelang melakukan asesmen lokasi. Hasil asesmen awal menunjukkan area tersebut merupakan zona erosi dari kelokan Sungai Elo. Hal itu praktis membuat bahu sungai terus menerus mengalami erosi. Beberapa tahun terakhir daratan dan tebing rentan terkikis.
“Ada potensi longsor susulan. Sebab ditemukan retakan dan mata air di tebing yang longsor,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono dalam keterangan tertulis.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa setempat untuk menentukan langkah lebih lanjut bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO). Mengingat wilayah tersebut rentan dari ancaman erosi Sungai Elo. (mia/ton)