Friday, 20 March 2026
Berlangganan
0,00 IDR

No products in the cart.

Tawuran Demi Konten, Disdikbud Tuntut Semua Guru Bermedsos

LAINNYA

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, menanggapi serius maraknya aksi tawuran antar pemuda. Banyak geng yang dibentuk sebagai sarana tawuran. Mirisnya lagi, tawuran dilakukan hanya untuk konten saja. Disdikbud pun menuntut para guru untuk menguasai media sosial (medsos).

Aksi tawuran antargeng yang menyebabkan satu orang tewas membuka persoalan baru. Berdasarkan pengakuan tersangka, masih banyak geng tawuran lain yang bebas berkeliaran. Mereka memanfaatkan medsos untuk berkomunikasi dan membuat jadwal tawuran. Semua ini hanya demi konten hingga ajang eksistensi kelompok.

Tawuran antara geng Amerika 252 Gans dengan The Boys Stres 06 pada Jumat (13/1) dini hari lalu disiarkan langsung melalui akun Instagram. Seperti the_boys_stres06. Akun itu memposting aksi tawuran hingga pamer senjata tajam sejenis samurai dan celurit panjang.

Terpantau, video tawuran tersebut diunggah dalam postingan Reels. Beberapa geng lain pun ikut mengomentari postingan tersebut. Mayoritas menyebutnya keren. Seperti akun remaja_selow2k21 yang menuliskan komentar “Keren abiezzz dara ane”. Keren abis saudara saya.
Anggapan tawuran keren ini pun digarisbawahi oleh Disdikbud Kabupaten Batang.

Sekretaris Disdikbud Batang, Budiono merasa sangat prihatin atas kejadian tersebut. Pihaknya akan melakukan langkah-langkah koordinasi secara konkret dan masif. Seluruh sekolah bakal diinstruksikan agar ikut memperhatikan masalah yang muncul.

“Dengan situasi dan kondisi seperti ini, kita harus mulai memformulasikan secara efektif dan maksimal terkait penerapan kurikulum penguatan karakter. Ini akan kita bahas, kita diskusikan lebih mendalam,” terang Budiono saat ditemui di kantornya, Jumat (20/1).

Para guru juga dituntut untuk memahami medsos. Agar bisa mengajarkan bagaimana bijak bermedsos. Supaya medsos tidak digunakan untuk membuat konten kekerasan hingga konten-konten tidak senonoh.

“Mau tidak mau, suka tidak suka, bapak ibu pendidik harus siap untuk mempelajari dan mengikuti perkembangan IT sekarang ini. Karena sekarang telah terjadi transformasi digital, di mana semua aktivitas sudah dipastikan menggunakan sarana IT,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Batang, Arief Rohman siap menerjunkan Satgas Kusuma Bangsa. Satgas ini sengaja dibentuk untuk mengatasi masalah tawuran antar pelajar. Ia melihat ada degradasi sosial dan moral yang sangat luar biasa.

“Saya dapat informasi, mereka yang tawuran ini sebenarnya tanpa ada musuhan, tanpa ada alasan. Hanya untuk membuat konten. Demi konten membahayakan diri sendiri dan orang lain. Ada degradasi sosial dan moral yang sangat luar biasa. Ini belum pernah ada selama ini,” imbuhnya. (yan/zal)

E Paper

Populer