Ciri khas kue keranjang milik Juliawati ini adalah pembungkusnya menggunakan daun pisang. Ia tidak menjual yang menggunakan plastik. Alasan Juliawati menggunakan daun pisang, karena dari rasa berbeda dan aromanya jauh lebih wangi. Selain itu, penggunaan daun pisang ini lebih kalis dan nggak bandel.
“Makanya kita terus mempertahankan menggunakan daun pisang dari awal hingga saat ini. Apalagi banyak konsumen yang mengaku lebih memilih menggunakan daun sih, karena pakai daun memiliki aroma lebih wangi,” ujarnya.
Wanita 56 tahun ini merupakan generasi kedua dari usaha kue keranjang berdaun pisang asal Kota Magelang. Ia menceritakan, generasi pertama ini merupakan ibunya yang bernama Erni. Dan sudah memulai produksi sejak 1980-an.
Adapun yang membedakan kue keranjang legendaris ini dengan kue keranjang produsen lain adalah pada pembuatannya yang diolah secara tradisional.
“Kue keranjang kami buat secara tradisional dan kami olah sendiri. Jadi kualitas kue kami bisa dibilang berbeda dibandingkan yang lain, dan kami benar-benar menggunakan bahan alami, yakni ketan dan gula. Tanpa bahan tambahan lainnya,” ujarnya.
Kue keranjang milik Juliawati ini memiliki dua rasa. Yakni, rasa original dan coklat. Untuk kue keranjang rasa original yang satu kilogram isi dua harganya Rp 58.000. Untuk satu kilogram isi tiga original Rp 60.000. Sedangkan untuk rasa coklat satu kilogram isi tiga juga seharga Rp 60.000. Kue keranjang miliknya bisa bertahan sampai satu tahun dan jika disimpan dalam kulkas atau freezer bisa awet lebih lama.
Juliawati menambahkan, dalam pembuatan kue keranjang, harus benar-benar dalam kondisi bersih. Baik bersih hati, dan pikiran. Karena hal ini bisa mempengaruhi dalam proses pembuatan. “Selain itu, dalam proses pembuatan juga harus ditunggu dari awal hingga selesai. Sekali ditinggal, bisa nggak jadi kue ini,” katanya. (rfk/aro)