RADARSEMARANG.COM, Magelang – Suara bising yang tercipta dari pantulan mainan lato-lato dianggap mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Sejumlah sekolah melarang siswanya membawa mainan itu ke sekolah.
Terlebih dari surat edaran dari Dinas Pendidikan yang melarang siswa membawa permainan itu ke sekolah.
Kepala Sekolah Dasar Negeri Pancuranmas Sriyatun menilai permainan lato-lato berdampak positif karena dapat mengurangi penggunaan ponsel. Namun, juga memiliki dampak negatif bila dibawa ke lingkungan sekolah.
Suara nyaring dari mainan ini dinilai sangat mengganggu proses KBM. Alasannya, suara berisik dari lato-lato bisa mengganggu fokus siswa belajar.
Dikatakan pada saat hari pertama kegiatan belajar mengajar (KBM) banyak anak didiknya yang membawa mainan tersebut ke sekolah.
“Itu bisa mengganggu proses pembelajaran dan membahayakan juga kalau terlempar,” jelas Sriyatun kepada Radar Semarang, Selasa (17/1).