Soal rencana pembangunan Simpang Lima Underground dan reaktivasi jalur trem, Ganjar menilai dua hal itu bakal mengungkit Kota Semarang semakin maju. Ganjar juga meminta agar menggerakkan potensi anak muda
di dunia teknologi, E-Sport, UMKM, seni budaya sampai olahraga.
“Dengan fasilitas yang tepat, Semarang pasti akan lebih hidup kotanya,” tambahnya.
Untuk persoalan rob dan banjir yang masih terjadi di Ibu Kota Jawa Tengah ini. Ganjar mengajak Mbak Ita, mengawasi beberapa pekerjaan besar seperti Jalan Tol Semarang-Demak yang sekaligus jadi tanggul laut.
“Termasuk rencana pembangunan kolam retensi di Terboyo yang kita harapkan mampu mengendalikan rob dan banjir di Kota Semarang,” ujarnya.
Selain itu, Ganjar juga meminta Mbak Ita untuk turun ke masyarakat, sesuai arahan Megawati. Tujuannya tak lain untuk menjaga amanah dari rakyat.
Ganjar juga mengatakan hal paling penting yang selalu ditekankan Megawati, yakni untuk menjaga amanat dan selalu turun menemani rakyat. Selain itu, hadirnya Presiden ke-5 RI, juga memberikan semangat dan energi bagi para kader PDI Perjuangan di Jawa Tengah. Khususnya dalam hal bekerja melayani masyarakat.
“Keberadaan Ibu di tengah-tengah kami ini adalah suntikan energi luar biasa bagi kami untuk lebih bersemangat bekerja dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) RI, Hendrar Prihadi, mengucapkan selamat kepada mbak Ita yang resmi menjadi Wali Kota Semarang.
“Selamat buat Mbak Ita, karena sudah resmi dilantik sebagai Wali Kota Semarang,” katanya.
Mantan Wali Kota Semarang, yang akrab disapa Hendi ini, menjelaskan jika masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh Mbak Ita dalam membangun Kota Semarang terutama menjaga kekompakan masyarakat.
“Saya sudah 7 tahun bersama Mbak Ita memimpin Kota Semarang. Saya berharap Kota Semarang semakin maju dan terus berkembang,” ujarnya.
Terpisah, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto, menambahkan kedatangan Megawati, bertujuan memberikan dukungan kepada Mbak Ita, karena dilantik menjadi Wali Kota Semarang.
“Bu Mega datang langsung untuk melihat kinerja Mbak Ita. Misalnya mampu menjabarkan seluruh arahan dari Bu Mega seperti gerakan menanam 10 tanaman pendamping beras, penangan stunting, penghijauan dan lain sebagainya,” katanya.
Lebih lanjut Hasto menuturkan jika Megawati Soekarnoputri sering berdialog dengan para kadernya mulai dari kepala daerah sampai anggota legislatif mengenai kinerja politik.
“Kader dilatih dalam sekolah partai secara periodik, Ibu Mega memberikan pembekalan khususnya bagaimana partai mencegah stunting, lalu gerakan penghijauan bagaimana gerakan politik yang menyelesaikan persoalan rakyat dan politik bagi masa depan,”pungkasnya. (den/bas)
