Selain Megawati, lanjut Mbak Ita, Sekjen PDIP Hasto Kristanto berserta fungsionaris partai juga bakal hadir. Anggota DPR RI, Menteri PPA Bintang Puspa Yoga, Kepala LKPP RI Hendrar Prihadi, ketua dan angota DPRD Kota Semarang, kepala daerah di Provinsi Jateng, serta yang lainnya.
Ratusan penari dengan iringan musik rebana dan gamelan bakal menyambut Mbak Ita, serta kedatangan Megawati Soekarno Putri, petinggi partai, dan rombongan menteri dari halaman parkir sampai lobi gedung di komplek kantor Gubernuran Jateng .
Persiapan untuk memeriahkan pelantikan, Minggu (29/1) kemarin pun terlihat santai namun serius. Sebanyak 177 lurah yang ada di Kota Semarang, dan 16 camat, bakal ikut dalam rombongan penari.
“Kita akan sambut dengan tadi Semarangan, karena tarian ini kental dengan akulturasi budaya, ada entis China, Jawa, Eropa, Arab, bahkan India. Mereka juga masuk dalam rombongan penari ini,” kata pengasuh Sanggar Greget Semarang Yoyok Priambodo.
Yoyok menerangkan, dalam rombongan penari juga akan diarak warak mini, yang merupakan budaya khas Semarang. Juga ada pengiring lagu, berupa gamelan dan rebana. “Musik gamelan dan rebana ini perpaduan antara budaya Islam dan Jawa,” tambah dia.
Lurah dan camat, lanjut dia, mendapat tugas dalam rombongan tari, yakni membawa panji batik dengan motif asem, yang merupakan batik khas Semarang.
“Kita kan punya batik khas, itu juga yang kita tampilkan. Total penari dan iring-iringan ada 180 peserta,” katanya.
Sementara itu, ditanya terkait pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, Mbak Ita menjelaskan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo pada hasil Rakornas Kepala Daerah lalu, kemiskinan, stunting, investasi, dan penggunaan produk dalam negeri menjadi sektor yang perlu diperhatikan. Selain itu juga pengentasan banjir di Ibu Kota Jateng.
“Penurunan angka kemiskinan ditargetkan harus 0 persen, dan angka stunting sebesar 14 persen. Intinya saat RKPD kemarin, RKPD 2024 tidak boleh terputus dengan program 2023. Yang 2023, soal inflasi, investasi, stunting, kedaulatan pangan, penggunaan produk dalam negeri, lalu pengentasan banjir,” bebernya. (den/aro)
