Menurutnya, selain tanaman jeruk lemon siap panen, juga terdapat pohon durian, alpukat, pisang, dan jeruk nipis. Tanaman tersebut milik satu kelompok yang berjumlah 10 orang. Sedangkan jumlah tanaman jeruk lemon yang rusak mencapai ratusan pohon.
Ia mengatakan, para petani menanam jeruk lemon itu sejak tiga tahun lalu. Biaya satu pohon mencapai jutaan rupiah. Hasil panen jeruk lemon sekitar 20 kilo per pohon. “Padahal ada ratusan pohon, ya ruginya sampai ratusan juta,” bebernya.
Warga yang geram sempat mendatangi lokasi pembalakan pada 24 Desember 2022 lalu. Antara pemilik tanaman dan Asikin sempat dilakukan pertemuan.
Saat itu, Asikin sempat membuat surat pernyataan hendak mengganti rugi pohon jeruk lemon yang rusak. Namun janji itu tak kunjung direalisasikan.
“Harapannya supaya kita mendapatkan ganti rugi. Tidak hanya tanaman, jalan juga mengalami kerusakan,” imbuhnya.
Kasie Humas Polrestabes Semarang Kompol Untung Kistopo mengakui, pihak Poktan di Kelurahan Kandri mengakui telah melaporkan kasus kerusakan tanaman akibat pembalakan liar itu ke Polrestabes Semarang. “Iya sekarang masih pemeriksaan. Masih dilakukan lidik,” katanya. (mha/aro)