Rumah makan yang buka setiap Jumat-Minggu mulai pukul 9 pagi-4 sore itu menyajikan berbagai macam makanan khas Jawa. Salah satu makanan yang ikonik ialah sayur lompong (batang talas).
“Yang membedakan sayur lompong di sini dengan yang lain, ialah tanaman talasnya. Kami punya talas khusus yang ditanam sendiri di kebun sini,” kata Eli.
Harga makanan yang ditawarkan hampir sama dengan rumah makan pada umumnya. Berkisar 20-25 ribu per porsi.
Pengelola rumah makan yang tutup selama pandemi dan sempat merumahkan pekerjanya itu berharap agar keadaan kembali pulih seperti sebelum adanya pandemi.
“Semoga pemerintah juga memikirkan kami, supaya bisa memperbaiki roda ekonomi setelah 2 tahun pandemi dan kami bisa terus mempekerjakan warga sekitar,” tutupnya. (mg5/mg7/ida)