Wednesday, 18 March 2026
Berlangganan
0,00 IDR

No products in the cart.

Menelisik Jual Beli Tanah Kavling Abal-Abal di Semarang, Promosi di Medsos, Tawarkan Harga Murah

LAINNYA

Tak hanya terjadi di daerah Pedurungan, ratusan warga juga menjadi korban penipuan penjualan tanah kavling oleh pengembang di kawasan Podorejo, Wonoplumbon, dan Kaligetas, Ngaliyan. Rata-rata mereka tergiur dengan iming-iming atau promo murah.

Salah satu korban berinisial T, warga Pedurungan. Ia mengakui telah menyerahkan uang sebesar Rp 40 juta kepada pengembang untuk pembelian tahan kavling seluas 120 meter persegi di Podorejo pada 2020. Namun, sampai sekarang tidak ada kejelasan dengan permasalahan ini.

“Saya bayar uang muka Rp 7 juta. Awalnya, dia minta kontan. Tapi saya maunya kontan setelah ke notaris di Kaligarang, terus pelunasan, nambahi Rp 33 juta. Yang nerima orang suruhan (N),” katanya.

T mengakui, awalnya tidak menaruh curiga. Ia menjadi korban setelah dikenalkan rekannya dan bertemu dengan H yang ngontrak di Bangetayu, Kecamatan Genuk. Hingga akhirnya tergiur membeli tanah kavling yang sebelumnya dilakukan pengecekan bersama H.

Ya, katanya sertifikat HM, dan bilangnya promo hari ini, besok sudah tidak ada promo. Sebenarnya tidak rasional. Tapi karena menurut saya di pelosok, ya gak apa-apa. Ada yang tertipu sampai Rp 75 juta,” bebernya.

Pihaknya juga mengatakan, jumlah korban mencapai ratusan, dan sudah dilaporkan ke kepolisian. Total kerugian konsumen yang menjadi korban diperkirakan lebih Rp 5 miliar sampai Rp 6 miliar.

“Korban 100 orang lebih. Dengar-dengar orangnya sudah dipenjara, tapi uang saya sampai sekarang belum kembali. Ya, ini saya sudah untuk mencoba melupakan, kalau ingat ya gregeten,” katanya.

E Paper

Populer