RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Hujan deras dengan intensitas sangat tinggi pada Jumat (20/1) siang mengakibatkan jembatan penghubung Desa Ngadisepi dan Kemiriombo, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung putus total. Warga harus memutar sejauh 10 kilometer.
Warga Kemiriombo Suchafif Nur Rochman mengatakan, hujan dengan intensitas sangat tinggi terjadi sejak pukul 11.00 WIB. Kondisi ini mengakibatkan jembatan penghubung antar desa terputus total.
Jembatan tersebut adalah jalur alternatif menuju Pasar Gemawang yang biasa dilalui oleh warga Ngadisepi dan Kemiriombo. Warga kedua desa tersebut akan mengalami kesulitan untuk berbelanja dan ke sekolah.
“Karena harus memutar melalui desa atau jalan lain. Jembatan tersebut adalah akses terdekat satu-satunya untuk ke pasar atau sekolah. Jarak tempuh melalui jalan desa lain diperkirakan mencapai 10 kilometer,” katanya kemarin.
Menurutnya, anak-anak SMP di Desa Kemiriombo dan Ngadisepi rata-rata bersekolah di SMP Gemawang. Sehingga, orang tua perlu menambah biaya untuk ongkos transportasi anak-anak.
“Kami meminta kepada pemerintah daerah untuk segera dibuatkan jalan alternatif agar aktivitas perbelanjaan dan sekolah tidak memakan waktu dan biaya banyak,” harapnya.
Sementara itu, di Dusun Sucen RT 4 RW 5, Desa Sucen, Kecamatan Gemawang terjadi bencana tanah longsor.
“Hujan sangat deras mulai pukul 11.00 sampai 13.30 WIB mengakibatkan terjadi tanah longsor dan menimpa 2 rumah warga milik Imbuh Parniti dan Mujiyono. Dapur dan bagian ruang tamu rusak tertimpa tanah longsor tersebut,” kata Sekretaris Desa Sucen Sugeng. (din/ton)
