Berdasarkan pengakuan tersangka, geng tersebut sengaja dibuat untuk tawuran. Tak ada raut wajah penyesalan dari para tersangka. Aksi tawuran sudah terencana secara matang.
Ada tim motor, perekam, perencana, penyedia senjata, hingga komunikator. FAN, 14, selaku komunikator membuat janjian untuk tawuran melalui akun Instagram.
“Sengaja membuat akun untuk tawuran. Tujuannya memang untuk tawuran, sama bikin konten. Baru satu kali,” kata pelajar asal Kota Pekalongan itu.
Isi konten Instagram the_boys_stres06 merupakan kegiatan gengnya. Mulai dari video saat tawuran, konvoi dengan senjata tajam hingga perang sarung. Ia mengatakan, sebutan geng anak muda di dua wilayah itu adalah klan (kelompok).
“Bukan satu saja, banyak. Saya tahunya cuma banyak klan. Di Batang juga sama banyak (dengan Pekalongan),” ucapnya.
Tersangka lain, AN, 14, mengakui, ikut membacok korban. Ia berkilah bahwa targetnya membacok lawan hanya untuk melukai bukan membunuh. Sebelumnya diketahui bahwa korban masih hidup dan dibiarkan pergi dan dibawa rekannya
“Saya bawa parang Pak, (bacok) bagian punggung. Saya yang kedua. Pas itu (korban) masih jalan Pak, habis itu tak tinggal,” terangnya. (yan/aro)
