RADARSEMARANG.COM, SALAH satu karakteristik pada matematika adalah bahwa matematika memiliki objek kajian yang bersifat abstrak.
Sifat abstrak inilah yang sering menjadi masalah tersendiri bagi peserta didik. Mereka menganggap bahwa matematika sebagai pelajaran yang sulit untuk dimengerti. Sehingga ini mengakibatkan mereka kurang memiliki motivasi dalam belajar matematika.
Begitu juga siswa kelas XI 4 SMA Negeri 2 Ungaran, mereka masih sulit dalam mengembangkan proses berpikir kritis dan logis dalam pembelajaran, sulit memahami materi, sehingga motivasi belajar matematika masih kurang, terutama pada pembelajaran materi Transformasi.
Ini terlihat ketika proses pembelajaran, ada siswa yang tidur di kelas, keika guru menjelaskan materi di depan, siswa asyik mengobrol dengan teman sebelahnya, tidak memperhatikan penjelasan dari guru. Untuk itu, sebagai guru, kita harus dapat membuat pembelajaran yang mengasyikkan.
Dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat, di era sekarang ini hampir semua siswa memiliki handphone (HP) maupun tablet. Siswa akan menjadi lebih tertarik jika pembelajaran dengan menggunakan HP maupun tablet.
Banyak aplikasi yang dapat kita gunakan untuk mendukung pembelajaran kita agar lebih mengasyikkan, salah satunya adalah aplikasi Geogebra. Dengan menggunakan aplikasi ini dalam pembelajaran Transformasi, siswa diajak agar dapat menemukan rumus sendiri.
Materi Transformasi yang terdiri atas Refleksi, Translasi, Rotasi dan Dilatasi ini dapat kita gambarkan dengan menggunakan aplikasi Geogebra. Untuk itu, sebagai langkah pertama adalah guru memberikan pelajaran kepada siswa cara menggunakan aplikasi Geogebra.
Langkah kedua dalam pembelajaran adalah dengan memadukan model pembelajaran Problem Based Learning dengan penggunaan aplikasi Geogebra. Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang mendorong siswa untuk lebih aktif dan memaksimalkan kemampuan berpikir kritis untuk mendapatkan solusi dari masalah pada dunia nyata.
Dalam hal ini guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri atas empat sampai lima siswa. Masing-masing kelompok diberi tugas untuk mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) berkaitan dengan beberapa soal menentukan pencerminan dari suatu titik dan garis menggunakan aplikasi Geogebra.
Dari jawaban soal tersebut, siswa diberi tugas untuk membuat simpulan. Simpulan tersebut merupakan rumus dari pencerminan. Kemudian menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya di kelas. Guru berperan dalam membimbing dan memantau siswa dalam presentasi tersebut.
Dengan ini diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran, dapat berpikir kritis dan logis dalam menemukan rumus rumus, serta dapat menciptakan suasana pembelajaran matematika yang mengasyikkan. Sehinggga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam hal ini dapat ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata nilai sumatif yang diperoleh siswa. (*)
Guru SMA Negeri 2 Ungaran, Kabupaten Semarang
