Seperti menyediakan bantuan Kartu Jateng Sejahtera (KJS), Beasiswa Siswa Miskin (BSM), dan Rumah Tak Layak Huni (RTLH).
Kemudian akses listrik murah, akses air bersih perdesaan, lumbung pangan, hingga asuransi bagi petani dan nelayan.
Selain itu, memberikan program berupa pemenuhan akses pendidikan dan kesehatan yang terjangkau serta bantuan jaminan sosial bagi fakir miskin non produktif.
Lebih lanjut, Pemprov Jateng akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengatasi kemiskinan di daerahnya. Selain itu, bekerjasama melalui program CSR.
“Program yang tidak berbiaya oleh anggaran Pemda kita sampaikan ke perusahan-perusahaan. Misalnya kerja sama dengan CSR untuk jambannya, kerja sama dengan PLN untuk nyambung listriknya,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pemprov Jateng akan melibatkan perguruan tinggi. Yakni melalui program pengabdian kepada masyarakat atau KKN. Hal ini mengembangkan SDM masyarakat miskin agar bisa mandiri secara ekonomi.
“Melalui KKN tematik mahasiswa, kami terjunkan untuk mendampingi desa. Jadi warganya dilatih untuk memproduksi sesuatu jadi biar mandiri,” pungkasnya. (kap/ida)