RADARSEMARANG.COM, Ungaran – Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru bakal menggarap potensi pertanian menjadi destinasi wisata.
Yakni dengan mengkolaborasikan pertanian, kesenian budaya, dan pariwisata dalam Festival Panen Ketela atau Telo Mangul, Minggu (15/1).
Potensi telo mangul ada di lahan empat hektare. Potensinya dimanfaatkan warga setempat karena keberadaan telo mangul di Kabupaten Semarang hanya ada di Desa Sepakung.
Kepala Desa Sepakung, Ahmad Nuri, mengatakan, telo mangul memiliki rasa lebih manis, gurih, dan masir. Karena itu dipengaruhi kultur tanah yang baik serta dialiri air dari Embung Mbalong.
“Kita membuat event yang mengkolaborasikan antara pertanian, kesenian, dan pariwisata,” ujarnya.
Telo mangul hanya bisa ditemukan setahun sekali. Karena pertumbuhannya memerlukan waktu enam hingga tujuh bulan.
“Disini satu musim untuk tanam padi dan satu musim lagi untuk menanam telo mangul,” akunya.