Sementara itu, sepanjang 2022 juga dilakukan penanganan nonkebakaran. Diantaranya penyelamatan jiwa manusia sebanyak 308 evakuasi. Melepas cincin orang 44 kali. Untuk evakuasi hewan liar yakni pengambilan sarang tawon 620 kali.
Terbanyak kedua ialah penangkapan ular hingga 165 kali. “Masih banyak juga penanganan lain seperti bencana, pembersihan material dan solar di jalanan,” tandasnya.
Pihaknya berupaya menekan angka kebakaran. Yakni melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pencegahan dan penanganan dini terhadapa hal-hal yang berpotensi terjadinya kebakaran.
“Penanganan pertama adalah masyarakat bukan damkar. Justru di sekitr di lokasi yang dapat menekan rambatan api,” pungkasnya. (mia/lis)