RADARSEMARANG.COM, SRUPUT merupakan kepanjangan dari Skenario Rekaman Upload Youtube. Salah satu merupakan model pembelajaran role playing yang dilanjutkan dengan mengunggah rekaman hasil role playing ke media sosial youtube.
SRUPUT memadukan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan teknologi revolusi industri 4.0. Disamping itu juga sebagai aplikasi dari pembelajaran mata pelajaran yang di dapat di tingkat X yaitu mata pelajaran Simulasi Digital.
Model ini sudah diterapkan pada mata pelajaran Pemanduan Perjalanan Wisata baik di tingkat XI maupun XII di Kompetensi Keahlian Usaha Perjalanan Wisata di SMK Negeri 2 Semarang.
Metode role playing adalah menguraikan sebuah masalah, memeragakan dan mendiskusikan masalah, Bruce Joyce dkk (Huda, 2015). Metode role playing dapat membuat peserta didik menjadi lebih tertarik dan terlibat dalam belajar.
Selain itu juga mengintegrasikan pengetahuan terhadap perilaku melalui pengklasifikasian berbagai masalah, mengeksplorasi alternatif-alternatif dan mencari solusi yang kreatif.
Melalui metode tersebut peserta didik harus dapat melakukan perundingan memecahkan bersama masalah yang dihadapi dan akhirnya mencapai keputusan bersama.
Tahapan penerapan role playing menurut Shaftel (Nurhasanah, 2016) yaitu guru menjelaskan secara umum penggunaan metode role playing serta materi yang akan diperankan.
Selanjutnya memilih para pelaku untuk bermain peran, menentukan pengamat (observer) yang bertugas mengamati penampilan permainan peran serta memberikan penilaian. Kemudian menentukan jalan cerita yang dimainkan, pelaksanaan (main), diskusi dan penilaian yang dilakukan observer, kelompok bermain peran memainkan peran ulang, kelompok observer melakukan diskusi ulang. Terakhir berbagi pengalaman dan kesimpulan.
Pembelajaran dengan model ini dimulai dengan merencanakan kegiatan yang akan dilakukan dalam pembuatan video praktek pemanduan. Peserta didik menyusun skenario serta narasi pemanduan, membagi tugas dalam pelaksanaan roleplay pemanduan wisata, melaksanakan praktek pemanduan wisata sesuai dengan skenario/narasi yang telah disusun dan melakukan rekaman praktek pemanduan wisata.
Selain itu melakukan diskusi dan berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Peserta didik melanjutkan kegiatan dengan mengedit hasil rekaman pemanduan wisata sebagai ajang mengaplikasikan kompetensi yang telah dipelajari di kelas X, mengunggah rekaman ke youtube, mengumpulkan dan mempublikasikan tautan youtube.
Pelaksanaan praktek pemanduan wisata dengan menggunakan teknik SRUPUT dapat meningkatkan rasa percaya diri peserta didik. Karena ketika melakukan praktik pemanduan mereka tidak harus ditunggui guru. Peserta didik melakukan praktek pemanduan mandiri berperan sebagai pemandu wisata sedang yang bertindak sebagai wisatawan adalah teman mereka sendiri.
Sebelum praktek pemanduan wisata tersebut, masing-masing peserta didik harus menyusun narasi pemanduan sesuai dengan kompetensi dasar yang sedang dipelajari kepada guru pembimbing/pengampu secara langsung melalui email atau layanan sosial media lainnya. Sehingga guru dapat memberikan tanggapan sebelum narasi dipraktikkan.
Model pembelajaran role playing dengan SRUPUT terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta didik dalam Mata Pelajaran Pemanduan Perjalanan Wisata. Peserta didik dibiasakan bisa mengimplementasikan keterampilan abad 21 yaitu character (karakter), citizenship (kewarganegaraan), critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreatif), collaboration (kolaborasi), dan communication (komunikasi). Sehingga mereka mendapat pengalaman belajar yang menyenangkan dan bervariasi. (s4/fth)
Guru Usaha Perjalanan Wisata, SMK Negeri 2 Semarang
