RADARSEMARANG.COM, Pekalongan – Sebagian wilayah Kota Pekalongan hingga kini masih tergenang. Ketinggian air antara 15-70 cm. Utamanya di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara, Pekalongan Barat, dan sebagian Kecamatan Pekalongan Timur.
Jumlah pengungsi pun semakin bertambah. Pemkot Pekalongan melalui Dinas Sosial – P2KB telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan warga dengan cepat.
Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menegaskan, sejak bencana banjir melanda Kota Pekalongan kemarin, penanganan logistik dan perbekalan makanan, serta pemenuhan kebutuhan dasar di pengungsian sudah maksimal. Namun untuk warga terdampak di masing-masing wilayah belum terdata dengan maksimal.
“Untuk makan tiga kali pengungsi sudah terpenuhi, yang belum terkoordinasi itu warga terdampak banjir tetapi tidak mengungsi,” jelasnya Senin (2/1).
Pemkot saat ini masih melakukan update warga terdampak banjir. Dan semua unsur masyarakat sudah bergerak membantu keberlangsungan dapur umum ini baik TNI, Polri, relawan, dan sebagainya. Pihaknya berharap, perangkat kelurahan dan kecamatan aktif mendata untuk mengakomodir warganya yang mengungsi di posko-posko pengungsian maupun warga yang terdampak banjir namun tidak mengungsi.
“Saya harapkan perwakilan warga koordinasi dengan lurah atau camat untuk mendata dan melapor,” imbuhnya.
Setelah ini, lanjut Aaf-sapaan arkab wali kota-, pihaknya segera ke Semarang untuk melakukan koordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait penanganan lanjutan bencana banjir. Sebab hampir semua daerah pantura terdampak.
Terpisah, Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Yos Rosyidi menjelaskan, Dapur Umum Dinsos-P2KB untuk pemenuhan perbekalan makan bagi pengungsi banjir telah didirikan sejak Minggu siang (1/1). Logistik langsung didistribusikan kepada para pengungsi banjir yang ada di 18 titik pengungsian.
“Awalnya kami masih bisa memenuhi kebutuhan pengungsi dari memesan sejumlah warung. Tapi karena semakin bertambah, maka kami masak sendiri,” terangnya.
Yos menyebutkan, dapur umum beroperasi selama 24 jam. Petugas dan relawan mengolah logistik mulai pukul 03.00 WIB, kemudian pukul 10.00 WIB dan sore sehabis Ashar. Sekali masak bisa 1.500-2.000 an bungkus nasi.
“Alhamdulillah dari petugas gabungan dan CSR, cukup membantu kami,” jelasnya.
Sementara, untuk kebutuhan warga terdampak banjir yang tidak mengungsi sejauh ini masih bisa tercover dari beberapa dapur umum mandiri yang dikoordinir masing-masing kelurahan maupun tokoh masyarakat setempat.
“Jika dapur umum mandiri di masyarakat kekurangan logistik, kami bisa suplai kebutuhannya,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha menjelaskan, untuk update pada Senin sore (2/1) kini naik, total pengungsi ada 1.964 jiwa, yang tersebar di 28 titik pengungsian di 3 Kecamatan. (selengkapnya lihat grafis)
“Data sewaktu-waktu masih bisa berubah, mengingat genangan masih bertahan walaupun mulai berkurang,” jelasnya. (han/zal)
