RADARSEMARANG.COM, Konsentrasi di dalam belajar merupakan modal utama yang harus dimiliki oleh peserta didik khususnya siswa di SMA Negeri 2 Grabag. Berdasarkan hasil assesmen Bimbingan dan Konseling (BK) beberapa anak seringkali mengalami susah untuk fokus dalam memahami ataupun menghapal materi pelajaran.
Konsentrasi punya peran penting didalam keberhasilan belajar anak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Konsentrasi merupakan pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal, pemusatan tenaga, kekuatan, pasukan dan sebagainya (Kbbi.web.id.konsentrasi).
Menurut Dimyati dan Mudjiono (2009), konsentrasi belajar adalah kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Pemusatan perhatian tersebut tertuju pada isi bahan belajar maupun proses memperolehnya.
Konsentrasi belajar adalah sumber kekuatan pikiran yang bekerja berdasarkan daya ingat dan lupa. Dalam belajar diperlukan konsentrasi dalam perwujudan perhatian terpusat pada suatu pelajaran.
Konsentrasi merupakan salah satu aspek pendukung siswa untuk mencapai prestasi yang baik. Apabila konsentrasi berkurang maka dalam mengikuti pelajaran di kelas maupun belajar secara pribadi pun dapat terganggu.
Terganggunya konsentrasi atau pemusatan pada satu objek akan membuat anak tidak dapat fokus pada mata pelajaran, susah memahami susah menghafal dan tidak dapat mengulang apa yang sudah dipelajari alhasil tak satupun pelajaran yang tersimpan dalam memori pikirannya. Lagi nggak mood alias ngeblank ini bisa saja terjadi pada siapa saja kapan saja dan di mana saja.
Banyak sekali penyebabnya siswa tidak dapat konsentrasi dalam belajar. Antara lain sebagai berikut : Satu, kurangnya minat terhadap mata pelajaran tertentu. Dua, adanya paksaan dan tekanan dari lingkungan sekitar.Tiga, rendahnya motivasi diri sendiri dalam menentukan target belajar. Empat, suasana belajar yang kurang kondusif baik di rumah atau di sekolah.
Lima, pola tidur yang kurang berkualitas. Enam, pola makan yang kurang sehat dapat menyebabkan terhambatnya proses metabolisme tubuh sehingga mempengaruhi kerja otak kurang maksimal. Tujuh, adanya gangguan gadget yang berlebihan.
Penulis akan menyoroti pada poin satu yang berkaitan dengan kurangnya minat terhadap mata pelajaran tertentu. Ini dapat disebabkan pola pembelajarannya yang monoton dan menjenuhkan. Sebagai guru BK harus mempunyai teknik yang berbeda dalam menyampaikan materi.
Teknik meningkatkan daya konsentrasi dengan game berantai perlu kita lakukan agar anak tidak boring atau jenuh. Langkah-langkahnya yaitu siswa dibagi secara berkelompok yang terdiri dari delapan siswa atau maksimal sepuluh siswa. Siswa diimbau untuk berbaris memanjang dengan diberi rentang jarak.
Baris paling depan diberi pesan rangkaian kalimat agar disampaikan kepada teman di belakangnya begitu dan seterusnya. Peserta yang paling akhir agar menyampaikan pesan yang diterimannya, jika pernyataan kalimatnya masih utuh itu artinya konsentrasi dapat terlatih dengan sempurna. Tetapi untuk kelompok yang belum bisa fokus akan tampak bahwa kalimat yang dibawakan personel kelompoknya jawaban yang aneh dan membikin tertawa.
Apabila dalam permainan ini masih banyak siswa yang belum sempurna atau belum bisa konsentrasi maka permainan diulang hingga anak benar-benar dapat konsentrasi.
Kegiatan ini selain untuk melatih daya konsentrasi anak juga dapat memberikan hiburan pada anak atau sekadar ice breaking yang kemudian setelah permainan ini guru bisa melanjutkan dengan materi pembelajaran selanjutnya. Dengan permainan ini terdapat peningkatan cara belajar siswa untuk lebih berfikir fokus dan lebih menyenangkan.
Cukup memudahkan cara melatih daya konsentrasi anak dengan cara bermain game seperti ini. Konsentrasikan seluruh pikiran Anda pada pekerjaan yang tengah dilakukan. Sinar matahari tak akan membakar hingga menemui fokusnya: Alexander Graham Bell. (ut/lis)
Guru BK SMAN 2 Grabag, Kabupaten Magelang