Sabtu, 30 Agustus 2025
Berlangganan
0,00 IDR

Tidak ada produk di keranjang.

Festival Lolong, Ribuan Durian Ludes Sekejap

LAINNYA

RADARSEMARANG.COM, Kajen – Guyuran hujan tak menyurutkan warga berduyun-duyun ke Festival Durian Lolong, Kabupaten Pekalongan. Pengunjung tetap memadati arena meski lapangan becek. Ribuan durian gratis ludes sekejap saat diperebutkan.

Tampaknya warga memang sudah menanti dan merindukan festival ini. Lantaran dua tahun terakhir absen karena pandemi Covid-19. Antusiasme masyarakat sangat tinggi meski hujan membasahi.

Terbukti, arus lalu lintas menuju Lolong padat sejak acara belum dimulai. Semakin mendekati lokasi, kemacetan tak bisa dihindari. Padahal polisi sudah mencoba mengantisipasi, dengan menutup kawasan Simpang Tugu Durian ke arah lokasi. Kendaraan diarahkan melalui jalur timur atau via jembatan panjang Karanganyar – Lolong.

Panitia juga mencoba mengurai kemacetan dengan membuka tempat parkir kendaraan jauh dari lokasi. Warga tetap antusiasme meski harus jalan kaki sekitar satu kilometer dari tempat parkir.

Acara dimulai dengan kirab gunungan dari tiap kecamatan yang jumlahnya 19 kecamatan. Peserta kirab tetap heboh meski hujan dan arena becek. Ada beberapa pasukan penggendong gunungan yang nyaris terpeleset karena lapangan licin.

Kehebohan pengunjung pecah saat panitia membagikan durian gratis. Jumlahnya ada dua ribu porsi buah durian yang sudah dalam kemasan mika. Tapi pengunjung juga berebut durian utuh dari gunungan yang sebelumnya dikirab.

Padahal panitia belum memberikan aba-aba. Suasana di lapangan riuh meski hujan dan becek. Tampak seorang pengunjung pria yang jari tangannya berdarah karena terkena kulit durian. “Tidak apa-apa. Sudah lumrah begini,” katanya.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ikut mencicipi durian dari panitia. Menurut dia, rasanya khas dan enak. “Ini opini jujur, bukan karena saya bupati lantas berkata begitu. Tapi memang ini enak, luar biasa,” ucapnya.

Pemkab Pekalongan, kata dia, akan terus berupaya mengembangkan durian lokal. Festival ini, kata dia, juga sebagai salah satu upaya untuk mempromosikannya. “Tahun depan kami bikin yang lebih meriah lagi,” katanya.

Dalam festival ini ada enam desa yang menjadi peserta lomba durian unggulan. Keluar sebagai juara I ialah durian dari petani Desa Pedawang, juara II, dan III, diraih tuan rumah Desa Lolong. (nra/ida)

E Paper

Populer