Sabtu, 30 Agustus 2025
Berlangganan
0,00 IDR

Tidak ada produk di keranjang.

Perajin Suvenir Kayu Kebanjiran Order Sejak Pandemi

LAINNYA

RADARSEMARANG.COM, Mungkid – Mayoritas warga Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang adalah perajin suvenir. Ada perajin tanduk, kayu, juga anyaman. Muchamad Yasirun salah satu perajin suvenir yang kini masih eksis. Pria berusia 48 tahun ini memulai usaha pada tahun 1997.

Merintis usaha kerajinan bersama kakak dan adiknya. Lantas menjual produknya keliling di Magelang, Purwokerto, Bandung, Cianjur, Sukabumi, Bogor,  Jakarta.

Kerajinan yang dijual adalah gantungan kunci dengan beragam model. Disetor ke pedagang-pedagang suvenir.

“Pernah mengalami kecopetan, dipalak preman, dihipnotis sehingga kehilangan barang bawaan, kehujanan, tidur di masjid. Tidak dapat uang ketika menagih utang karena tidak bertemu dengan orangnya,” ujar Muchamad Yasirun mengisahkan pengalamannya.

Setelah beberapa tahun berjualan bersama dengan kakak dan adiknya, diputuskan menjalankan usaha secara individu. Lantas mendirikan usaha sendiri dengan nama “Restu Ibu”.

“Saya terinspirasi dari salah satu pedagang yang ada di Pasar Jatinegara. Dia memberi nama tokonya Restu Ibu karena mengidolakan ibunya dan tokonya laris terus.”

E Paper

Populer