Minggu, 31 Agustus 2025
Berlangganan
0,00 IDR

Tidak ada produk di keranjang.

Tak Ambil Pusing dengan Orang yang Sinis dan Menyepelekan

LAINNYA

RADARSEMARANG.COM – Vinna Movin, master of ceremony (MC) yang laris manis di Magelang. Jam terbangnya tinggi. Seminggu bisa tiga kali tampil. Disebut-sebut juga sebagai MC tahan banting di segala medan.

Namun siapa sangka, MC bukanlah profesi idamannya. Inginnya menjadi ilustrator atau terjun di dunia seni pertunjukkan kontemporer.

Vinna Movin adalah nama panggung. Aslinya, Nia Setyawati. Putri dari pasangan Sri Prihatiningsih dan almarhum Sugiyono ini mengingat-ingat, nama Vinna didapatkannya secara spontanitas—dua jam sebelum ia siaran radio ketika dirinya kuliah. Pantas saja suara Vinna merdu, serak-serak basah.

Suara seksinya itu tetap keluar, walaupun hanya ngobrol biasa. Ternyata sudah sebelas tahun jadi penyiar radio swasta. “Saya jadi MC dulu, baru siaran radio,” aku Vinna kepada RADARSEMARANG.COM.

Menjadi perempuan aktif sudah dibangun Vinna sejak remaja. Karena ia sadar, lahir dari keluarga sederhana. Butuh kerja eksra, kalau mau hidup lebih enak.  Ia juga ringan membantu organisasi pemuda di kampungnya, juga terlibat di komunitas-komunitas.

Di kalangan tetangga dan teman-temannya, Vinna dikenal pendiam. Tapi justru sering diminta untuk berbicara di depan. Memandu pertemuan, rapat, acara ulang tahun, tujuhbelasan, hingga acara pelatihan.

“Mungkin misi teman-teman dan warga kampung mau ngerjain saya, nggak tahunya malah jadi awal mula terjun ke dunia MC,” kenangnya.

Vinna tak menyangka, dunia MC begitu keras. Bahkan sampai sekarang dirinya masih sering merasakan, ada hal yang tidak mengenakkan. Apalagi ketika di luar panggung. Kadang orang sinis kepadanya. Menyepelekan.

“Mungkin pada mikir aku kok buluk banget. Tapi aku sadar, aku cuek soal style (busana), hehe,” ucapnya geli.

Tapi dirinya tidak ambil pusing. Vinna ingin menjadi diri sendiri. Yang paling penting, bisa menjaga etika.

“Dan Alhamdulillah, ketika eksekusi acara berjalan lancar. Lalu jadi punya teman baru, saling follow IG, tukeran nomor WA, malah sering dapat proyek baru lagi,” akunya.

Ada tantangan lain di dunia MC. Ketika ngemsi di depan pejabat yang dikagumi, maupun seperti bintang tamu yang kebetulan diidolakan, Vinna tetap berusaha kalem.

“Aku harus bisa kontrol emosi, dan berusaha tidak minta foto bareng sekalipun foto di satu frame,” katanya.

Bagi Vinna, ngemsi dalam acara apapun adalah suatu prestasi dan bagian dari dirinya berproses menjadi lebih baik. Ia sangat bersyukur bisa sampai di titik sekarang.

Bahkan menjadi pembuktian diri, bahwa kesempatan menjadi seorang MC atau yang terjun di dunia hiburan tidak melulu hanya dimiliki mereka yang good looking.

“Aku berpikir, apapun yang kita inginkan asal itu positif dan tidak merugikan orang lain, maka lakukan itu dari dalam hati dengan tulus. Pasti hasilnya akan lebih baik, dan kita bisa diterima oleh siapapun, dan kalangan apapun,” ujarnya bijak.

Tidak kalah penting adalah mencintai diri sendiri. Serta tidak berambisi untuk menjadi seperti orang lain. “Tetap jadi diri sendiri, karena dengan begitu, kita akan lebih nyaman di setiap momen,” imbuh warga Magelang itu.

Yang harus dipertahankan pula adalah memiliki sikap yang baik, dan berkarakter. “Di mana pun kita juga harus positive vibes,” tandasnya. (put/aro)

E Paper

Populer