Jumat, 29 Agustus 2025
Berlangganan
0,00 IDR

Tidak ada produk di keranjang.

Warga dan Siswa Bersihkan Endapan Lumpur Sisa Banjir Akibat Luapan Sungai Kaligarang

LAINNYA

RADARSEMARANG.COM, Ungaran – Pasca banjir akibat luapan Sungai Kaligarang sejumlah warga dan siswa MTs dan SMK NU Ungaran melakukan pembersihan sisa lumpur endapan bajir.

Dari pantauan RADARSEMARANG.COM, sisa lumpur pasca banjir yang terjadi kemarin sudah mulai dibersihkan oleh warga dan murid MTs dan SMK NU Ungaran. Sedangkan debit air Sungai Kaligarang sudah menurun dengan arus yang cukup kencang. Di bawah jembatan penghubung antara Kecamatan Ungaran Barat dan Kota Ungaran tersebut masih terdapat sampah-sampah yang tersangkut di antara tiang penyangga jembatan.

Sementara kondisi MTS dan SMK NU Ungaran sudah bersih dari sisa-sisa sampah ataupun lumpur dari dampak banjir tersebut. Sejumlah siswa juga ikut membantu untuk membersihkan lumpur yang masih mengendap di jalan depan sekolah mereka.

“Kalau banjir seperti ini sudah biasa disini, kalau hujan pasti meluap. Tapi banjir yang kemarin itu paling besar daripada yang kemarin-kemarin,” ungkap Waka Pembangunan MTs NU Ungaran, Zainal Mutaqin.

Walaupun luapan air Sungai Kaligarang mengalir dengan deras dan melumpuhkan akses jalan di depan sekolah. Air yang masuk ke lingkungan sekolah tidak terlalu tinggi, karena kondisi bangunan sekolah yang tinggi serta terdapat saluran air yang membuat genangan air tersebut cepat surut.

“Yang terdampak disini selain area gerbang yang tergenang di toilet juga tergenang mas,” katanya.

Zainal mengaku banjir akibat luapan air Sungai Kaligarang biasa terjadi di wilayah tersebut. Jika terjadi hujan yang cukup lebat maka debit air sungai cepat untuk naik dan meluap ke jalan. Namun saat ini di area wilayah tersebut untuk saluran air atau drainase sudah diperbaiki. Sehingga genangan air tidak berlangsung lama dan cepat untuk surut.

Salah satu siswa kelas dua SMK NU Ungaran, Rahmat, mengatakan ia bersama teman-temannya berinisiatif untuk izin setengah hari membantu membersihkan lumpur dan pasir yang masih menutupi jalan. Derasnya air luapan tidak sampai masuk ke dalam area sekolah dan di waktu itu sudah tidak terdapat siswa yang berada di area sekolah.

Alhamdulillah air tidak sampai masuk ke dalam mas, meskipun yang di depan MTs kedalaman sekitar satu meter,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu warga, Sugimah juga terlihat masih membersihkan lumpur yang berada di area halaman depan rumah. Ketinggian air yang merendam rumah milikinya hingga setinggi lutut orang dewasa.

“Ya pasti terganggu mas pas luapan air datang itu. Terus ini lumpurnya juga sampai masuk kedalam rumah,” jelasnya.

Rumah dan warung miliknya menjadi salah satu bangunan yang terdampak akibat luapan air sungai yang deras. Untuk sementara, informasi yang diperoleh terdapat 35 warga yang terdampak dalam kejadian kemarin. (nun/bas)

E Paper

Populer