RADARSEMARANG.COM, Pendidikan saat ini harus mampu membekali setiap pembelajar dengan pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai dan sikap. Di mana proses belajar bukan semata-mata mencerminkan pengetahuan tetapi mencerminkan keempat pilar di atas.
Rendahnya mutu pendidikan dapat dilihat dari sebagian siswa yang meskipun memperoleh nilai tinggi tetapi kurang mampu dalam menerapkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Ini akibat dari hanya diterimanya begitu saja pengetahuan tersebut sehingga informasi dari guru kurang bermakna dalam kehidupan sehari-hari.
Agar terhindar dari pembelajaran yang monoton kita sebagai guru harus memiliki rencana tersendiri sebelum berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Adapun yang harus diperhatikan agar pembelajaran tidak monoton salah satunya adalah pengkondisian awal belajar yang baik, penggunaan metode belajar yang tepat.
Pembelajaran di SD Negeri 02 Gebangkerep, Kecamatan Sragi kelas 6, pada beberapa materi penulis melakukan perubahan dalam kegiatan belajar mengajar, supaya siswa tidak bosan belajar.
Penulis pernah mencoba model pembelajaran berbasis portopolio, merupakan alternatif cara belajar siswa aktif dan cara mengajar guru aktif. Portofolio satu mata pelajaran disusun untuk satu mata pelajaran tertentu seperti matematik, kesenian, atau pendidikan jasmani. Isi portofolio terdiri dari hasil karya siswa yang menggambarkan ketercapaian kompetensi dasar dari mata pelajaran tertentu.
Hasil pengukuran portofolio (bersama hasil pengukuran aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik) dijadikan dasar untuk menentukan apakah siswa tersebut masuk program akselarasi, pengayaan, atau remidiasi.
Menurut Budimansyah dalam Widayati (2009: 21) Portofolio sering disandingkan konsep pembelajaran dan penilaian. Jika disandingkan dengan konsep pembelajaran maka dikenal dengan istilah pembelajaran berbasis portofolio, sedangkan jika disandingkan dengan konsep penilaian maka dikenal istilah penilaian berbasis portofolio.
Portofolio peserta didik untuk penilaian merupakan kumpulan produk siswa, yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa, misalnya: hasil proyek, penyelidikan, atau praktik siswa, misalnya hasil proyek, penyelidikan yang disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis gambar atau laporan hasil pengamatan siswa, dalam rangka melaksanakan tugas untuk matapelajaran yang bersangkutan analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan, deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah, dalam mata pelajaran yang bersangkutan.
Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antarmata-pelajaran, penyelesaian soal-soal terbuka, hasil tugas pekerjaan rumah yang khas, misalnya dengan cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah, atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya, hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam video, alat rekam audio, dan komputer.
Penggunaan portofolio didalam pembelajaran dan penilaian memiliki keuntungan, siswa memiliki kemampuan merefleksi pengalaman belajarnya, sehingga siswa termotivasi untuk belajar lebih baik dari yang sudah mereka lakukan, pengalaman belajar yang tersimpan dalam memorinya akan lebih tahan lama. (gp/zal)
Guru SDN 02 Gebangkerep, Kabupaten Pekalongan
