RADARSEMARANG.COM, Di era digital banyak pilihan untuk menemukan ide-ide pembelajaran, dengan memanfaatkan teknologi salah satunya dengan video pembelajaran.
Penggunaan video pembelajaran sangat efektif, efisien dan fleksibel karena dapat dilaksanakan pada pembelajaran daring maupun pembelajaran langsung serta dapat digunakan untuk semua jenis mata pelajaran.
Video learning adalah metode pembelajaran yang menggunakan video yang telah direkam untuk membantu dalam proses pembelajaran.
Dengan pendekatan ini kita dapat memberikan stimulus pada tiga bagian penting dalam pembelajaran yaitu emosional, intelektual dan psikomotorik.
Penyampaian pengetahuan dan keterampilan dengan dua elemen visual dan audio.
Kelebihan media video menurut Rusman (2012:220) yaitu video dapat memberi pesan yang dapat diterima lebih merata oleh siswa; video sangat bagus untuk menerangkan suatu proses; mengatasi keterbatasan ruang dan waktu, lebih realistis dan dapat diulang atau di hentikan sesuai dengan kebutuhan.
Pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu berdampak negatif pada pembelajaran secara langsung di kelas, khususnya kelas 6 SDN Kalipucang Wetan Batang.
Siswa kurang konsentrasi dalam belajar karena selalu memikirkan handphone sehingga tidak fokus dalam belajar, bersikap agresif, dan motivasi belajar menurun karena ketergantungan pada smartphone. Sehingga mengalami penurunan capaian belajar hampir seluruh mata pelajaran.
Dilihat dari hasil evaluasi harian secara umum menurun. Lebih khusus pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) meskipun relatif mudah hasil dari evaluasi pelajaran IPS juga rendah.
Ruang lingkup mata pelajaran IPS yang luas meliputi sejarah dan geografi, siswa sakan-akan bosan mendengarkan penjelasan guru. Karena banyak cerita sejarah yang harus menghafalkan nama tokoh, nama tempat dan waktu kejadian atau peristiwa- peristiwa yang bersejarah.
Pada dasarnya IPS adalah pelajaran yang menyenangkan karena akan menambah wawasan di masa lampau dan juga mendatang. Metode ceramah saja tidak cukup karena siswa akan bosan.
Ruang lingkup pengajaran IPS pada jenjang pendidikan dasar dibatasi sampai pada gejala dan masalah sosial yang dapat dijangkau pada geografi dan sejarah. Terutama gejala dan masalah sosial kehidupan sehari-hari yang ada di lingkungan sekitar peserta didik MI/SD (Mustofa,wordpress.com:2010).
Untuk menambah motivasi dan menarik perhatian siswa maka guru menggunakan media video pembelajaran. Menyajikan video sebagai media pembelajaran disamping memudahkan guru untuk menyampaikan materi juga sangat menyenangkan bagi anak karena suasana kelas menjadi lebih variatif dan fokus.
Pembelajaran menjadi lebik asyik dan menyenangkan. Mereka lebih mudah merekam dari apa yang dilihat dan didengarkannya.
Video dapat ditayangkan dengan menggunakan power point secara langsung di kelas atau lewat smartphone. Penayangan video di kelas secara langsung dengan menggunakan power point di kelas lebih menyenangkan, dan anak-anak semakin antusias.
Hasil dari pembelajaran akan terlihat hasil evaluasi pengetahuan maupun praktik. Mudah memahami dan mengaplikasikanya dalam kehidupan sehari-hari. IKM lebih mengoptimalkan materi atau konten yang memberi peserta didik cukup waktu untuk mengeksplorasi konsep dan memperkuat kemampuan mereka.
KH Dewantara mengatakan tujuan dari proses pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi- tingginya (Dewantara, 1961: 20).
Seorang pendidik harus mampu mendorong dan menuntun anak-anak ke tujuan pendidikan nasional yang dikehendaki. Harus mahir dalam bidang ilmunya dan lihai melihat perkembangan zaman. (bt/lis)
Guru SDN Kalipucang Wetan, Kec. Batang, Kabupate Batang






