Saturday, 14 March 2026
Berlangganan
0,00 IDR

No products in the cart.

Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu Siswa terhadap Kitab-Nya dengan Metode DL

LAINNYA

RADARSEMARANG.COM, Pembelajaran tradisional yang hanya dengan metode ceramah, membuat siswa tidak bersemangat belajar di kelas.

Tidak sedikit siswa menganggap kelas seakan seperti penjara. Sehingga dalam pembelajaran siswa tidak bisa menyerap apa yang telah diberikan guru.

Kondisi seperti ini, menyebabkan motivasi belajar siswa hilang. Tidak adanya motivasi dalam diri siswa membuat mereka semakin malas mendengarkan. Apalagi mengerjakan tugas sekolah. Dengan demikian kreativitas siswa tidak akan berkembang.

Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Oleh karena itu pendidikan hendaknya dikelola, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Sebagian besar metode dan suasana pengajaran di sekolah yang digunakan guru, tampaknya lebih banyak menghambat memotivasi potensi otak.

Menurut Ahmadi (2005 : 52) metode merupakan teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa. Baik secara individual atau secara kelompok. Agar pelajaran dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan siswa dengan baik.

Berdasarkan hasil observasi peneliti, hasil belajar siswa kelas V SDN Negeri Rowocacing Kec. Kedungwuni pada materi Mengenal Allah dan Kitab-Nya belum memuaskan. Karena nilai hasil belajar siswa belum mencapai nilai KKM 70.

Beberapa faktor membuat hasil belajar siswa kurang baik. Guru menerapkan model pembelajaran langsung Direct Learning. DI adalah Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung.

Sintaknya adalah menyiapkan siswa, sajian informasi dan prosedur, latihan terbimbing, refleksi, latihan mandiri, dan evaluasi.

Menurut Sofan Amri dan Iif Khoiru (2010, 43-47) tujuan dan mempersiapkan siswa antara lain : Pertama, Menjelaskan tujuan. Guru mengkomunikasikan tujuan kepada siswa melalui rangkuman rencana pembelajaran dengan cara menuliskannya di papan tulis, atau menempelkan informasi tertulis pada papan buletin, yang berisi tahap-tahap dan isinya, serta alokasi waktu yang disediakan untuk setiap tahap.

Kedua, Menyiapkan siswa. Kegiatan ini untuk menarik perhatian siswa, memusatkan perhatian siswa pada pokok pembicaraan, dan mengingatkan kembali pada hasil belajar yang telah dimilikinya. Ketiga, Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan menyampaikan informasi dengan jelas. Keempat, Melakukan demonstrasi Pengajaran langsung berpegang teguh pada asumsi bahwa sebagian besar yang dipelajari berasal dari pengamatan terhadap orang lain. Kelima, Menyediakan latihan terbimbing.

Salah satu tahap penting dalam pengajaran langsung adalah cara guru mempersiapkan dan melaksanakan “pelatihan terbimbing”. Keenam, Menganalisis pemahaman dan memberikan umpan balik. Keenam, Memberikan kesempatan latihan mandiri kebanyakan latihan mandiri yang diberikan kepada siswa sebagai fase akhir pelajaran pada pengajaran langsung adalah pekerjaan rumah.

Ketujuh, Strategi Pembelajaran Langsung. Strategi pembelajaran langsung dirancang untuk mengenalkan siswa terhadap mata pelajaran guna membangun minat, menimbulkan rasa ingin tahu, dan merangsang mereka berpikir.

Dari penerapan pembelajaran DL pada siswa, penulis berharap agar siswa dapat secara efektif mengajarkan konsep dan keterampilan-keterampilan, menumbuhkan rasa ingin tahu pembelajar, membuat pembelajar memiliki motivasi yang tinggi. Karena memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan eksperimen dan menemukan sesuatu untuk diri mereka sendiri. (gp/fth)

Guru PAIBP SDN Rowocacing, Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan

E Paper

Populer