RADARSEMARANG.COM,NADILA Fara Maudita Santoso adalah salah satu penari dari Semarang. Gadis kelahiran Semarang, 21 Juni 2001 ini menyukai dunia tari sejak usia 15 tahun.
Bahkan, kerap tampil di hadapan para pejabat Indonesia.
Berawal dari hobi, membuat Dila -sapaan akrabnya- benar-benar jatuh cinta dengan dunia tari. Menari sudah menjadi kebahagiaan dan separuh hidupnya.
Bahkan mengantarkannya tampil di banyak tempat dan di hadapan Presiden RI Ir Joko Widodo.
Selain itu, Dila juga pernah memberikan tari sambutan di hadapan Mendikbud Nadiem Anwar Makariem, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, hingga pejabat DPR RI dan menteri lainnya.
“Saya bangga bisa menari di hadapan presiden. Saat ini, saya cenderung ke tari tradisional spesialis tari Jawa. Tapi saya juga sering menari kontemporer dan tari nusantara lainnya,” ungkapnya kepada RADARSEMARANG.COM.
Anak pasangan Agus Teguh Santosa dan Anik Isbaniyati ini membeberkan, semua tampilan dan gerakan tarian memiliki kesan yang melekat dalam dirinya. Itu karena dia harus bisa menyampaikan pesan melalui tarian yang dibawakan. Tentunya, hal itu menjadi tantangan dan pengalaman baru untuk hidupnya.
“Tantangannya harus bisa membuat penonton itu mengerti tentang makna tarian. Jadi menari tidak sekedar menari,” jelasnya.
Tak hanya itu, mahasiswi semester 7 UPGRIS ini pernah mengalami kesulitan dalam menari. Seperti saat belajar gerakan baru di setiap genre tari, mengonsep pertunjukan tari, hingga menyamakan power dan kekompakan ketika menari berkelompok.
“Kesulitan itu lebih ke tantangan buat saya. Jadi ketika sudah di panggung ya menjadi penari. Artinya saya bukan menjadi diri sendiri. Kalau berhasil memukau penonton, membuat saya semakin bersemangat,” jelas peraih juara 3 Lomba Tari Kreasi Semarang Youth Festival 2019 ini.
Selain itu, dukungan orang tua membuat Dila lebih bersemangat dalam menari. Dia juga mendapat pesan dari ibunya, bahwa menjadi penari tidak boleh ada keraguan. Karena itu, Dila bersungguh-sungguh menggapai impiannya sebagai penari.
“Semoga ke depannya saya bisa menciptakan karya-karya indah melalui tarian. Saya juga akan meningkatkan kualitas diri dan terus berproses,” harapnya. (dev/ida)