RADARSEMARANG.COM, “Avengers : Endgame” adalah film superhero terakhir dari seri Marvel Cinematic Universe yang dirilis pada tahun 2019. Film ini mengambil tempat setelah peristiwa “Avengers: Infinity War” dan mengikuti Avengers yang berusaha untuk mengubah masa lalu untuk mengalahkan Thanos dan mengembalikan semua yang dibunuh olehnya.
Film ini diterima dengan baik oleh para kritikus dan penonton, yang mengapresiasi cara yang cermat dan emosional yang digunakan untuk menutup jalan cerita selama 11 tahun dari Marvel Cinematic Universe.
Di balik keberhasilan Marvel orang tidak akan lupa dengan sosok Isaac Perlmutter. Beliau adalah pengusaha dan eksekutif yang dikenal sebagai salah satu pemegang saham utama dan CEO Marvel Entertainment sebelum diakuisisi oleh Disney.
Dia membantu mengarahkan Marvel untuk menjual hak-hak film dan televisi untuk karakter-karakter populer seperti Spider-Man, Iron Man, dan The Avengers, yang menghasilkan banyak film box office sukses, mengubah Marvel menjadi salah satu dari perusahaan hiburan terbesar di dunia.
Perlmutter meninggalkan perusahaan setelah Disney membeli Marvel pada tahun 2009, tetapi dia tetap menjadi salah satu pemegang saham utama dan diakui atas kontribusinya dalam membangun Marvel.
Melihat keberhasilannya tentu Anda tidak percaya bahwa sang CEO, Isaac Perlmutter sempat mengalami kerugian besar karena terlilit utang sehingga membuat usaha perfilman yang dirintis bangkrut.
Bangkit dari keterpurukan dan mengembalikan keadaan hingga kini merajai perfilman di dunia, tentu bukan usaha dengan waktu yang sebentar dan tenaga yang tidak sedikit.
Kala itu, sang CEO mencari solusi dari titik awal kegagalan yang membuatnya merugi. Setelah menemukan letak kesalahan yang menghambat keberhasilannya, perlahan namun pasti, ia mampu mengembalikan Marvel dalam keadaan stabil. Bahkan mampu meraup keuntungan yang jauh melebihi harapan.
Apa yang dilakukan Isaac Perlmutter dikenal dengan istilah manajemen perubahan. Apa itu manajemen perubahan? Menurut Wibowo (2011) adalah suatu proses secara sistematis dalam menerapkan pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan untuk mempengaruhi perubahan pada orang yang akan terkena dampak dari proses perubahan tersebut.
Sementara Coffman dan Lutes (2007) menjelaskan manajemen perubahan adalah pendekatan yang terstruktur dan digunakan untuk membantu tim, individu ataupun organisasi untuk perubahan dari kondisi sekarang ke kondisi yang lebih baik.
Manajemen perubahan penulis terapkan dalam mengelola SMKN 10 Semarang. Ini adalah tahun kedua mengawal sekolah tersebut. Bagaimana membuat manajemen perubahan di sekolah ini? Pertama adalah identifikasi masalah.
Penulis memulai dengan mengidentifikasi masalah di sekolah yang ingin diperbaiki atau diubah. Seperti tingkat keberhasilan belajar yang rendah, masalah keamanan sekolah, lingkungan belajar yang tidak sesuai, ketersediaan guru, ketersediaan peralatan dan bahan praktik.
Cara kedua adalah analisis konsekuensi perubahan. Setelah masalah teridentifikasi, analisis konsekuensi dari setiap perubahan yang diusulkan. Cara ini untuk menentukan apakah perubahan tersebut layak dilakukan atau tidak.
Cara ketiga, desain solusi. Desain solusi yang sesuai, meliputi rencana aksi yang detil dan jangka waktu yang spesifik melalui penyusunan peta jalan.
Cara keempat implementasi perubahan. Menerapkan perubahan yang direncanakan, dengan memastikan semua guru dan karyawan mengerti dan mendukung perubahan tersebut. Cara kelima evaluasi hasil. Evaluasi hasil untuk melihat apakah perubahan tersebut telah mencapai tujuan yang diharapkan. Jika tidak, lakukan perubahan yang diperlukan untuk membuat perubahan lebih efektif.
Cara keenam komunikasi dan kolaborasi. Pembuatan manajemen perubahan di sekolah memerlukan komunikasi dan kolaborasi yang baik dengan para pemangku kepentingan, termasuk guru, karyawan, orangtua, dan siswa.
Ajak semua komponen sekolah menerapkan manajemen perubahan. Dan terakhir adalah dukungan dari pemimpin. Selaku kepala sekolah penulis berdiri pada garda terdepan untuk memastikan perubahan diterapkan dengan sukses dan diterima dengan baik oleh semua pihak. (ko/lis)
Kepala SMKN 10 Semarang