RADARSEMARANG.COM, Semarang – Pengabdian Ketua Yayasan Kelenteng Low Lie Bio atau Kebun Jeruk Semarang, Liauw Indra Satya Hadinata sudah menginjak 21 tahun.
Bukan sengaja ia menjadi ketua yayasan, karena ia sendiri tak pernah mendaftar. Namun, pengurus dan Dewi Kwan Im yang menginginkan.
Indra mengutarakan, tak pernah ada niat menjadi ketua yayasan, bahkan pengurus pun tidak.
“Saya hanya ingin menjadi umat saja, bukan pengurus ataupun ketua. Tapi melalui kepemilihan dan jawaban melalui tradisi, nama saya yang menjadi ketua. Mau tidak mau saya harus laksanakan, kalau ingkar kualat,” katanya pada RADARSEMARANG.COM.
Akhirnya dengan amanah itu, ia berjanji akan berbakti dan melayani umat dengan sepenuh hati. Secara resmi dengan terdaftar di badan hukum, ia menjabat ketua yayasan sejak 2013. Sebelum itu, belum dinotariskan.
Indra menyebut, menjadi pengurus kelenteng yang berada di Jalan Rorojonggrang Timur No.13, Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, tidak mudah. Ada banyak lika liku yang sudah ia alami.
Dimulai ketika awal kepengurusan, ia sempat digeruduk dengan membawa bambu oleh warga karena proses pembangunan kelenteng dianggap mengganggu.
Padahal, ia sudah meminta izin dengan RT dan RW setempat. Ia lantas melaksanakan musyawarah dengan hasil yang apik. Ia berikan pengertian toleransi bahwa kelenteng di sini berdiri sejak 1934, artinya ada lebih dulu dibanding mereka.
Dengan beragam pendekatan itu akhirnya masyarakat mau bertoleransi. Mulai dari perselisihan di 2002 itu, hingga kini toleransi masyarakat sekitar terhadap kehadiran umat Tionghoa menjadi baik.