Sementara itu, Zumrotun, perajin Wardhani Batik menjelaskan, ada beberapa teknik untuk memunculkan motif di kain batik. Kendati begitu, dalam ekstrakurikuler membatik di SD IT Robbani Kendal, pihaknya mengajarkan teknik jumputan kepada siswa. Lantaran, itu lebih mudah serta kain dapat langsung diwarnai.
“Teknik jumputan itu ada dua jenis. Yakni dilipat dan pakai kelereng. Kali ini, siswa pakai teknik dilipat kemudian dikaretin ujungnya lalu diwarnai. Nanti muncul motif kotak-kotak begitu,” jelasnya usai memberikan pelatihan membatik.
Kendati begitu, proses pengerjaan kain batik menggunakan teknik jumputan perlu konsentrasi tinggi. Pasalnya, jika salah melipat kain bakal mempengaruhi motif batik yang muncul.
“Harus telaten. Paling tidak jangan salah melipat kainnya,” ujarnya.
Salah satu siswa kelas 4, Lucky Wijaya mengaku senang mengikuti ekstrakurikuler membatik ini. Dia juga sudah beberapa kali membuat kain batik. Meski begitu, dia juga kesulitan saat melipat kain. Lantaran harus benar-benar rapi.
“Ya bisa dibilang mudah bisa dibilang sulit. Mudahnya pas pewarnaan kain. Sulitnya pas melipat kain,” bebernya. (dev/web/bas)