RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Pada 2023 ini Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu PAD yang akan digenjot itu dari sektor pariwisata.
Pemaksimalan ini mesti dilakukan pemerintah kabupaten setelah adanya aturan dana perolehan APBD yang sudah diatur langsung oleh pusat. Sehingga mau tidak mau pemerintah harus memikirkan pemasukan APBD dari sektor yang lainnya.
“Salah satunya PAD yang harus kita maskimalkan,” terang Kepala Badan Pengelola Pendapatan, Aset dan Keuangan Daerah (BPPAKD) Kabupaten Wonosobo Muhamad Kristijadi.
Sektor pariwisata masih menjadi salah satu andalan pemasukan bagi Pemkab Wonosobo selain hasil pertanian.
“Kalau sebelumnya pendapatan tahun 2022 ini dari sektor wisata sudah di angka Rp 4 miliar, maka tahun ini bisa naik lagi,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo mengakui hal tersebut sebagai langkah yang realistis. Namun perlu ditata dengan skema yang baik juga.
Menurutnya, jika memang sektor pariwisata akan digenjot, pemerintah perlu menyatukan seluruh OPD agar bisa saling terhubung.
“Karena kita punya Dieng. Maka akses dari Bandara NYIA Jogjakarta perlu diperbaiki. Tugas DPU PR untuk menata masalah itu,” katanya.
Sementara di lokasi wisata, masalah penerangan juga perlu dibenahi. Disperkimhub selaku penanggungjawab masalah tersebut harus lebih fokus menggarap dengan maksimal.
“Mudah-mudahan di akhir tahun 2023 nanti PAD kita meningkat,” jelasnya. (git/ton)