RADARSEMARANG.COM, Kemampuan membuat dan memahami kalimat efektif pada siswa kelas 6 SD Negeri 01 Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan belum menunjukkan angka signifikan. Ada beberapa faktor penyebabnya. Yakni minat baca yang masih rendah dan kurang efektifnya pemanfaatan perpustakaan sekolah.
Menurut Rose Kusumaning Ratri (2019: 194), kalimat efektif adalah kalimat yang dapat menyampaikan gagasan secara tepat kepada pembaca. Konsep dasar kalimat efektif menjadi penting untuk dipelajari siswa harus dengan cara yang efektif.
Siswa dapat mempelajari konsep dasar kalimat efektif secara efektif. Yaitu dengan memahami hal-hal yang menyebabkan kalimat menjadi tidak efektif.
Berikut merupakan hal-hal yang perlu dihindari dalam membuat kalimat efektif. Pertama, penggunaan bahasa yang tidak baku.
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, kalimat efektif terkait dengan konsep-konsep bahasa baku sehingga tidak dapat menyimpang dari kaidah tata bahasa Indonesia.
Kedua, penggunaan kata-kata yang tidak perlu. Kalimat efektif tidak selalu lebih ringkas, walaupun ringkas menjadi salah satu prinsip dasarnya. Siswa boleh memahami bahwa kalimat efektif itu tidak bertele-tele, sederhana, dan hemat kata.
Tetapi, siswa juga perlu tahu bahwa tidak semua kalimat ringkas adalah kalimat efektif. Ringkas dalam kalimat efektif ini berarti sesuai kebutuhan. Artinya, kalimat hanya mengandung unsur-unsur yang dibutuhkan dalam kelogisan makna.
Ketiga, penggunaan kata-kata yang maknanya tidak lugas. Kalimat efektif harus lugas atau tegas makna sebab pembahasan kalimat efektif dalam pembelajaran bahasa Indonesia ini memiliki ruang tersendiri.
Keempat, unsur kalimatnya tidak lengkap. Kalimat efektif yang terkenal ringkas dan tidak bertele-tele itu juga harus melewati prinsip kelengkapan unsur. Siswa sebaiknya memahami bahwa kalimat efektif bukan sekedar tidak boros kata melainkan juga harus lengkap unsur-unsurnya sesuai kebutuhan makna.
Kelima, terdapat unsur kalimat yang tidak tepat. Jika kalimat telah memiliki unsur yang lengkap dan sudah hemat, selanjutnya penggunaan unsur-unsurnya pun harus tepat.
Penggunaan unsur-unsur kalimat yang tidak tepat itu sering terjadi dalam hal pemilihan bentuk kata, penggunaan konjungsi (kata penghubung), atau pola penempatan kata-katanya.
Kelima uraian tentang penyebab ketidakefektifan kalimat ini tentu masih bersifat dasar. Kajian kalimat efektif masih terus berkembang dari kalimat sederhana hingga kalimat kompleks.
Hal itu menjadi tingkat kesulitan dalam menelaah kalimat efektif. Kesulitan tersebut untuk melatih kecermatan siswa. Sebab, proses pembelajaran kalimat efektif ini sejatinya untuk mengasah logika atau kemampuan bernalar siswa.
Menurut Sumartini (2015:11) Trial and error adalah metode pemecahan masalah di mana beberapa upaya dilakukan untuk mencapai solusi. Dalam hal ini siswa berlatih membuat kalimat efektif sendiri sesuai dengan pengetahuan yang didapat dari penjelasan guru.
Langkah kerja yang dilakukan: Pertama guru membagi siswa kedalam beberapa kelompok kecil. Guru memberikan penjelasan tentang kalimat efektif beserta contohnya. Setiap kelompok diberikan tugas untuk berdiskusi dan membuat contoh kalimat efektif sesuai dengan pemahaman mereka.
Setelah selesai, tiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok berupa contoh kalimat efektif yang telah dibuat. Terakhir kelompok lain memberikan evaluasi terhadap kalimat yang dipresentasikan. Jika ada kesalahan maka kelompok tersebut harus memperbaikinya sehingga tiap kelompok bisa membuat kalimat efektif dengan benar.
Penerapan metode trial and error pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VI di SD Negeri 01 Wonopringgo tentang kalimat efektif sangat baik. Hasil pembelajaran Bahasa Indonesia mengalami peningkatan dan siswa merasa senang dalam mengikuti pembelajaran. (gp/fth)
Guru SDN 01 Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan
