RADARSEMARANG.COM, Semarang – Fenomena tambang liar masih marak di sejumlah wilayah di Jateng. Karena itu Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng melakukan sidak tambang pasir ilegal.
Hasilnya ditemukan di Magelang banyak praktik tambang ilegal yang bahkan menjarah Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) pada Rabu (11/1) lalu.
Kepala Dinas ESDM Jateng Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, saat ini sekitar 900 pertambangan beroperasi. Padahal baru ada ada 412 pertambangan yang memiliki izin operasional.
Pihaknya menyayangkan adanya praktik tambang ilegal di sejumlah daerah di Jateng. Lebih lanjut, Sujarwanto akan terus melakukan pembinaan. Sehingga masyarakat yang terlibat penambangan ilegal menjadi tertib.
“Kita akan terus untuk melakukan pembinaan. Ya, esensinya agar rakyat itu tahu jalan mana yang harus dilewati. Sehingga tambangnya menjadi baik, tambangnya menjadi tertib,” jelasnya saat ditemui di Kantor Dinas ESDM Jateng.
Buntut masalah tambang ilegal yang menjarah TNGM. Pihaknya pun akan memanggil yang bersangkutan untuk diberikan pembinaan.
“Dari yang kemarin sempat mendapatkan kesempatan pembinaan, akan kita undang di kantor. Mereka akan kami kumpulkan informasi selengkap mungkin dan ambil komitmennya untuk menuju baik,” imbuhnya.