Di tempat tersebut, salah satu anggota gerombolan, yakni Rolan, bercerita kalau pacar dari salah satu pelaku bernama Asta diajak main oleh Kalak, warga Jalan Cinde Raya, Minggu (15/1) pagi.
“Setelah informasi tersebut beredar, para pelaku berencana untuk memberi pelajaran terhadap Kalak di rumahnya,” jelas kapolrestabes melalui pesan singkat, Senin (16/1).
Pelaku kemudian mengumpulkan teman-temanya yang saat itu belum berada di Jalan Perbalan. Rolan dan Asta menjemput DAF, yang masih di rumah. Pelaku Asta membawa sajam jenis celurit.
Setelah keduanya bertemu dengan DAF, lalu diajak ke Jalan Perbalan. “Setelah semua kumpul (di pinggir kali), mereka berangkat menuju ke rumah Kalak,” katanya.
Sampai di lokasi Jalan Cinde Raya, gerombolan tersebut bertemu Rian, dan memanggil nama Rolan, karena saling kenal.
Namun justru gerombolan pelaku serentak turun dari motor dan menyerang Rian. Beruntung, Rian berhasil menyelamatkan diri masuk ke dalam rumah Arya Dimas.
“Para pelaku merusak pintu rumah korban, dan pelaku Asta sempat melayangkan celuritnya ke jok motor Vario warna putih yang saat kejadian diparkir di depan rumah korban,” katanya.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbatoruan mengatakan, empat orang yang diamankan masih dimintai keterangan guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. “Kita masih mengejar pelaku utamanya,” ujarnya. (mha/aro)
