Pandu menambahkan, pada kulit hewan yang mengalami nekrotik, virus pada nodul dapat bertahan hingga 33 hari atau lebih. Kemudian pada kerak kering akan bertahan hingga 35 hari. “Dan setidaknya ada 18 hari dalam kulit yang dikeringkan,” tambahnya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal Puji Yuwono mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi, penyebaran informasi, dan edukasi terkait penyakit LSD kepada masyarakat, khususnya para peternak. Dia menghimbau supaya para peternak bisa menjaga kebersihan kandang.
“Karena vektornya adalah lalat dan nyamuk yang membawa virus. Selain itu juga beri pakan yang baik. Jika ada kelompok kandang yang terkena, sebaiknya kelompok yang lain diberikan tambahan vitamin,” ujarnya.
DPP Kendal memastikan hewan ternak yang sudah divaksinasi tidak akan terkena virus LSD lagi. Pihaknya juga telah mengajukan kepada pemerintah pusat untuk pendistribusian  10 ribu vaksin LSD di Kabupaten Kendal.
“Sehingga, diharapkan seluruh hewan ternak di Kendal bisa tervaksinasi LSD,” ujarnya. (dev/fth)
