Menurutnya, pembelajaran di dalam kelas akan dibagi, tidak semuanya digunakan untuk dosen. Melainkan dibagi dengan siswa. Sebanyak 50 persen untuk pemberian materi dan sisanya digunakan mahasiswa untuk berekspresi.
Sehingga mahasiswa akan belajar dengan sukacita. Selain itu mereka juga terbiasa untuk mengenal dunia luar, menanamkan sifat kerjasama, berpikir kritis, dan gotong royong.
Metode pembelajaran Soegijapranata Learning Model (SLM) ini nantinya akan diterapkan di semua mata kuliah.
“Yakni budaya sukacita atau joyful. Joyful kampus dan joyful learning. Harapannya semua orang, siapa pun habis ketemu dengan kami, lalu punya komentar bisa nyenengke,” katanya.
Lebih lanjut, ke depan pihaknya juga akan membuka kelas Internasional dengan enam program studi.
“Wujud perubahan yang lain, bulan Agustus 2023 kami akan buka kelas internasional pertama kali. Kampusnya di BSB dan ada enam program studi untuk international undegraduate,” pungkasnya. (kap/zal)
