Menurutnya, kenaikan peminat umrah juga dibarengi dengan naiknya harga tiket dan hotel. Hari biasa, untuk keberangkatan di kisaran Rp 30 juta. Saat Ramadan mencapai Rp 37,5 juta.
“Untuk program Ramadan harga kami tawarkan mulai Rp 37,5 juta, itu sudah fasilitas bintang tiga,” terangnya.
Ketua Panitia Pameran Dwi Widayanto mengatakan, kenaikan harga ini disebabkan karena banyaknya jamaah umrah yang beribadah. Sehingga harga tiket pesawat dan hotel naik. Terlebih menjelang Lebaran.
“Biasanya 10 hari terakhir Ramadan banyak, karena yang domestik juga melakukan ibadah umrah pada saat itu. Harganya lebih dari Rp 50 juta untuk keberangkatan,” ungkapnya
Kendati demikian pihaknya optimistis mampu menggaet jamaah umrah lebih banyak. “Antusias masyarakat sangat bagus, bisa dilihat ketika mereka datang dan bertanya kepada biro umrah,” imbuhnya.
Terpisah, Ketua Amphuri Jateng Endro Dwi Cahyono berharap kegiatan AITE ini dapat meningkatkan kembali semangat jamaah umrah. Terlebih selama tiga bulan terakhir ini peminatnya menurun.
“Ini kan mulai mendekati bulan puasa, biasanya pada umrah. Harapannya calon jamaah dan biro bisa bertemu dan peminat umrah bergeliat lagi,” harapnya. (kap/zal)