Sementara lokasi kedua, kata bupati, masih belum bisa diungkapkan. Pemkab menargetkan tahun ini ada lahan atau tanah untuk lokasi pemindahan.
Terkait pembangunan rumah sakit di Kabupaten Semarang bagian selatan, lanjut Ngesti, akan memprioritaskan pihak ketiga jika ingin membeli tanah dan rumah sakit tersebut.
“Tapi seandainya belum ada, kami merencanakan untuk minimal membeli tanah dulu,” katanya.
Ngesti menambahkan, mengenai program penambahan tenaga kesehatan pihaknya belum bisa merekrut karena terbentur surat dari Menteri PANRB perihal tenaga non-ASN. Sementara ini pihaknya akan mengoptimalkan tenaga kesehatan yang ada.
Selain ketiga program tersebut, terdapat program-program prioritas yang direncanakan tuntas pada 2024. Pihaknya juga masih menunggu hasil masukan peserta yang mengikuti rapat konsultasi publik dan dari pokok-pokok pikiran DPRD Kabupaten Semarang.
“Ini kita diskusikan bersama untuk melihat anggaran proyeksi tahun 2024. Kemudian terdapat anggaran untuk pilkada di tahun 2024 yang diproyeksikan sementara skitar Rp 30 miliar sampai Rp 40 miliar,” jelasnya.
Program percepatan pemulihan ekonomi serta mengurangi kemiskinan yang ekstrem juga menjadi prioritas selama kepemimpinan Ngesti. Termasuk program penurunan angka stunting yang terus gencar dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Semarang. (nun/zal)