Lebih lanjut, pihaknya juga belum mendapat laporan terkait peningkatan kasus penyakit akibat banjir maupun bencana lain. Namun pihaknya terus siaga dan selalu melakukan koordinasi dengan dinas terkait.
Seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial.
“Belum ada jumlah pasti kenaikan kasus penyakit-penyakit tertentu yang terjadi karena banjir. Kami prinsipnya langsung koordinasi selama dinas setempat bisa mem-backup wilayahnya masing-masing, maka kami belum menurunkan tim,” tambahnya.
Merujuk pada data kenaikan penyakit pasca banjir tahun lalu, terdapat beberapa penyakit yang perlu diwaspadai. Yakni infeksi saluran pernapasan (ISPA), diare, dan gatal-gatal. Pihaknya mengimbau agar masyarakat terus menjaga kebersihan semaksimal mungkin.
“Sekarang sudah jarang sekali, nggak seperti dulu. Ini karena kepedulian pada diri sendiri sekarang sudah lebih baik,” tandasnya. (kap/ida)