Azmi menegaskan, jangan sampai pokir-pokir ini menyelesaikan permasalahan secara parsial. Pihaknya berharap, pokir ini bisa sinergi dan menyelesaikan permasalahan secara keseluruhan terkait permasalahan banjir dan rob di Kota Pekalongan, khususnya di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara dan Kecamatan Pekalongan Barat.
Termasuk fokus pada bantuan pemugaran RTLH untuk sejumlah rumah warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kurang mampu.
Total besaran program RTLH ini tiap KPM mendapat bantuan Rp 10 juta, terdiri dari Rp 8,5 juta untuk bantuan pembelian material dan Rp 1,5 juta untuk upah tukang yang diserahkan ke masing-masing KPM.
Selain itu, pokir DPRD juga diprioritaskan dalam memberikan manfaat berupa bantuan hibah kepada sejumlah masjid, TPQ, dan musala agar manfaat anggaran ini juga dirasakan oleh para pengurus masjid, musala, TPQ, khususnya di wilayah yang sering terdampak banjir dan rob.
“Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa beribadah dengan nyaman dan aman,” serunya.
Terkait pengelolaan sampah juga menjadi fokus dewan, agar sampah tidak terus menerus dibuang ke TPA Kota Pekalongan yang sudah overload. (han/zal)
