RADARSEMARANG.COM, Sebagai sekolah unggulan, MIN Pekalongan menuntut para siswanya belajar dengan tekun. Siswa wajib untuk menguasai materi dari yang diajarkan gurunya di kelas. Para guru pun memberikan tambahan pengetahuan kepada siswa sebagai unsur pengayaan dan latihan di luar jam sekolah.
Guru dituntut untuk mencari tahu secara terus menerus bagaimana seharusnya anak didik belajar. Maka apabila ada kegagalan anak didik, guru merasa terpanggil untuk menemukan penyebab kegagalan dan mencari jalan keluar bersama dengan anak didik, dan bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya.
Selain itu, seorang guru juga harus mengembangkan diri, memacu diri, meningkatkan kualitas, dan kemampuannya. Seperti yang dialami oleh penulis kenyataan di lapangan ketika mengajarkan materi sistem tata surya.
Kurangnya media dan alat peraga dalam kegiatan pembelajaran. Untuk meningkatkan motivasi dan semangat belajar anak dalam kegiatan pembelajaran IPA khususnya materi sistem tata surya, penulis melakukan inovasi pembelajaran dengan model bermain plastisin agar peserta didik lebih cepat memahami dan mengerti materi ini.
Disamping itu juga peserta didik aktif dalam mengikuti pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran menjadi asyik dan tujuan pembelajaran yang kita harapkan akan tercapai.
Berbeda dengan tanah liat yang terlihat kotor dan mudah mengeras, plastisin lebih bersih dan didesain agar tidak mudah mengeras karena mengandung lilin dan berbentuk adonan.
Bahannya yang lunak dan mudah dibentuk, plastisin dianggap mampu melatih motorik anak-anak dan sangat cocok dengan jari-jari kecil mereka. Teksturnya yang lunak dan mudah dibentuk, membuat plastisin dapat digunakan untuk media pembelajaran.
Cara menggunakan plastisin sebagai media pembelajaran adalah: pertama, plastisin dibuka dari bungkusnya lalu kita remas-remas supaya menjadi lunak. Kedua, peserta didik menentukan warna planet yang akan dibuat.
Contoh matahari sebagai pusat sistem tata surya berwarna kuning keorenan, maka peserta didik akan mencampur plastisin kuning dan oranye, lalu diremas -remas kemudian dibuat bulatan sesuai ukuran yang kita inginkan.
Ketiga, setelah jadi sesuai ukuran, lalu siapkan styrofoam untuk disetting menjadi lintasan orbit sistem tata surya, Kemudian bulatan – bulatan bintang dan planet yang telah dibuat sesuai dengan warna yang sudah sesuai diberi nama – nama planet dengan kertas nama untuk undangan. Untuk planet yang bercincin, cincinnya dibuat dari kertas origami.
Keempat, setelah semua siap, kemudian bulatan-bulatan planet ditusuk pakai tusuk gigi lalu ditancapkan pada garis orbit yang telah ditentukan.
Selain menggunakan plastisin dalam media pembelajaran juga menggunakan styrofoam berbentuk persegi panjang dengan berbagai varian warna, tusuk gigi, spidol warna, dan kertas tempel untuk undangan, serta kertas origami.
Dengan menggunakan media plastisin dalam pembelajaran sistem tata surya ini, peserta didik benar-benar menjadi aktif dan partisipatif dalam mengikuti pembalajaran. Sehingga peserta didik menjadi lebih enjoy dan asyik ketika proses kegiatan pembelajaran tersebut, karena dilakukan sambil bermain. Sehingga tidak ada tekanan sedikitpun dalam mengikuti pembelajaran tersebut.Tentu saja hasil pembelajarana yang kita harapkan pun akan tercapai sesuai target yang diinginkan. (gp)
Guru MIN Pekalongan