RADARSEMARANG.COM, DUNIA anak adalah dunia bermain. Maka usahakan dalam menyampaikan materi pembelajaran, metode yang digunakan ada unsur permainan.
Apalagi untuk anak – anak SD yang usianya 7 – 12 tahun menurut teori Piaget berada dalam tahapan operasional konkret. Yang mana pada tahapan ini anak masih berfikir sesuai dengan apa yang nyata ada di hadapan mereka.Maka dari itu untuk memyampaikan materi rangkaian seri sederhana pada peserta didik kelas 6 SDN Denasri Kulon 01, perlu adanya inovasi dalam proses pembelajaran.
Dan inovasi yang mungkin saja tepat adalah menggunakan pembelajaran yang melibatkan secara langsung olah ketrampilan peserta didik dan mengajak mereka seolah – olah bermain padahal sedang belajar. Dan permainan yang mengandung unsur belajar kali ini adalah membongkar senter bersama – sama untuk mengetahui komponen – komponen yanga ada di dalamnya.Sehingga mereka tidak lagi bertanya – tanya apa itu rangkaian seri sederhana.
Dan hal di atas sangat sesuai dengan kurikulum baru kita, yaitu Kurikulum Merdeka. Yang mana pada Kurikulum ini pembelajaran yang dilakukan berpusat pada siswa dan disesuaikan dengan karakterisitik, potensi serta kebutuhannya.
Sesuai dengan Kurikulum tersebut, maka guru harus bisa beradaptif dengan zamannya.Guru harus bisa memilih metode, media dan alat peraga yang tepat dalam penyampaian materi ajar. Metode pembelajaran adalah cara kerja yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan atau ditentukan (Iskandarwassid dan Sunendar (2011,hlm 56) Serupa.id
Metode Problem Based Instroduction (PBI) digunakan pada kegiatan pembelajaran peserta didik SDN Denasri Kulon 01 kali ini. Adapun langkah – langkahnya adalah sebagai berikut: Langkah pertama yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran ini adalah, dengan menunjukkan komponen – komponenn senter yang telah dibongkar terlebih dahulu.
Satu persatu komponen – komponen tersebut ditunjukkan kepada peserta didik dan disebutkan nama dan fungsinya. Setelah selesai kegiatan pertama, langkah selanjutnya adalah memberikan kesempatan kepada para siswa untuk memegang komponen – komponen senter tersebut agar mereka lebih tahu detail dari masing – masing komponen.
Kegiatan selanjutnya adalah mereka secara bergantian menunjuk dan menyebutkan komponen – komponen tersebut satu persatu, lengkap dengan fungsinya masing – masing. Bersama dengan para siswa, guru merangkai komponen – komponen senter tersebut hingga bisa menyala. Guru memberikan penguatan pemahaman mereka akan rangkaian yamg baru saja mereka susun bersama adalah rangkaian seri sederhana.
Dengan melakukan langkah – langkah tersebut guru tidak lagi menjadi sumber belajar satu – satunya.Guru hanya menjadi fasilitator dan kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa.Sehingga pembelajaran akan lebih menyenangkan dan bermakna bagi mereka. Yang tak kalah penting dalam suatu proses pembelajaran adalah media pembelajaran.
Media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran (Briggs, 1977). ruangguruku.com
Oleh karena itu guru harus pandai memilih media pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.Dan pembelajaran kali ini menggunakan media visual berupa gambar- gambar komponen senter.
Penggunaan media ini adalah untuk menguatkan ingatan peserta didik pada nama – nama dan fungsi dari komponen – komponen listrik pada senter.Dan untuk lebih meningkatkan pemahamanan pada materi yang telah diajarkan.
Jika metode dan media pembelajaran yang digunakan oleh guru sudah tepat, maka proses pembelajaran akan lebih efektif dan efisien lagi jika menggunakan alat peraga. Karena materi pembelajarannya adalah komponen listrik rangkaian seri sederhana, maka alat peraga yang digunakan kali ini adalah komponen – komponen pada senter.
Dengan pemilihan metode, media dan alat peraga yang tepat dan sesuai dengan karakteristik anak, maka tujuan pembelajaran akan lebih mudah dan cepat tercapai. Dan penggunaan metode, media dan alat peraga di atas, sudah berpihak pada kepentingan peserta didik untuk memiliki pengetahuan dan ketrampilan serta sikap sosial yang baik.
Mereka memiliki pengetahuan tentang komponen – komponen listrik dan fungsinya. Terampil dalam membuat rangkaian seri sederhana.dan memiliki sikap social percaya diri atas hasil karyanya ketika membuat rangkaian seri sederhana.Dan dengan ini bisa menjadi bekal kehidupan mereka di masa yang akan datang. Dan ini yang harus kita pegang dan camkan.
Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Sayyidina Ali bin Abi Tholib “ Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu.” (bt/zal)
Guru SDN Denasri Kulon 01, Batang
