Sementara itu, Dosen Fakultas Tehnik Undip Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Arti Ningsih menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk  menggairahkan kembali pelaku fashion batik. “Mulai dari pelatihan, pembekalan kepada perajin batik agar mengikuti lomba cipta kreasi batik,” katanya. Kegiatan ini bekerja sama dengan Bappeda Kota Semarang.
Ia herharap dengan adanya lomba ini tercipta motif baru batik yang akan mengangkat branding batik Kota Semarang. Selain memiliki daya jual yang cukup, dan pasar yang baik. “Sehingga ke depannya bisa berkontribusi menjadi Semarang yang Hebat,” katanya.
Lomba cipta karya batik ini juga diikuti oleh enam peserta difabel tuna rungu. “Sehingga mereka bisa berdaya,” jelasnya. (fgr/zal)