Sabtu, 30 Agustus 2025
Berlangganan
0,00 IDR

Tidak ada produk di keranjang.

Warga Desa Mulai Kesulitan Air Bersih

LAINNYA

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Limbangan merusak sejumlah fasilitas umum. Mulai dari jalan, balai desa, rumah warga, saluran air, hingga obyek wisata.

Data dari Pemerintah Kecamatan Limbangan, saat ini ada 8 desa yang terkena dampak banjir bandang Rabu (4/1) lalu. Di antaranya Desa Gondang, Gonoharjo, Peron, Limbangan, Sriwulan, Pakis, Tambahsari, dan Kedungboto.

Adapun kerusakan tiap desa berbeda-beda. Di Desa Kedungboto, akibat curah hujan yang tinggi disertai angin kencang mengakibatkan atap rumah warga roboh.

Camat Limbangan Alfebian Yulando mengatakan, diperkirakan terjadi erosi di area gunung dan sekitar pinggiran Sungai Promasan, Desa Gonoharjo. Itu membuat DAM Seklakah Sungai Promasan ambrol.

“Saluran air di dua dusun ikut rusak sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih. Ambruknya DAM Seklakah juga menyebabkan 38 hektar sawah terancam tidak bisa dialiri air,” katanya.

Ia menambahkan, di Desa Peron juga terjadi tanah longsor dan pipa saluran air hanyut terbawa banjir Sungai Kaliringin. Akibatnya jaringan irigasi pertanian jalur Peron-Serang seluas 100 hektar dan irigasi tersier mengalami kerusakan berat dan terputus.

Sementara itu, di Desa Limbangan, derasnya banjir di sungai membuat senderah rumah warga tergerus air. Sehingga pondasi rumah retak dan rusak.

“Dampak banjir bandang sangat luar biasa. Fasilitas umum juga rusak. Termasuk area pertanian warga. Kami juga sedang koordinasi dengan Pemkab untuk penanganan kepada warga,” jelasnya.

Meski begitu, Alfebian bersama warga setempat langsung melakukan kerja bakti dan gotong royong untuk membersihkan jalan yang tertimbun longsor. Pihaknya juga mengkondisikan warganya supaya tidak panik apabila terjadi bencana susulan.

“Kita butuh bantuan untuk penanganan. Terutama air bersih untuk kebutuhan sehari-hari warga. Karena banyak pipa air yang rusak,” akunya. (dev/fth)

E Paper

Populer