Sabtu, 30 Agustus 2025
Berlangganan
0,00 IDR

Tidak ada produk di keranjang.

Korban Pencabulan Guru Rebana di Batang Bertambah, Pihak Kelurahan Buka Posko, Korban Menangis

LAINNYA

Sementara itu, Diki Purnawan, ketua organisasi pemuda Andum Roso dari tempat kejadian menyebutkan, kondisi korban beberapa tidak mengetahui apa yang sedang dialami.

Mereka tidak paham atas aksi oknum guru rebana itu. Sehingga mereka masih bisa bermain-main saat berada di Mapolres Batang.

“Kalau dengan anak-anak kita melihatnya wajar-wajar saja. Sebagai guru kepada murid. Pas kejadian anak-anak cuma merasa sakit, gitu aja. Ada yang tahu, ada yang tidak tahu sedang diapain,” terangnya.

Sebelumnya, koran ini sempat berbincang dengan orang tua pelaku di Mapolres Batang. Ia mengaku baru tahu anaknya terkena kasus sodomi saat Kamis (5/1) siang. Itu pun dari berita yang sudah menyebar di internet.

Pihaknya juga tidak mengetahui kenapa anaknya tidak pulang ke rumah selama dua hari. Ia sungguh-sungguh tidak menyangka dan masih belum percaya kalau anaknya menjadi pelaku sodomi.

Sementara itu, hasil pemeriksaan dari Kepolisian tersangka mengaku telah menyodomi sembilan anak. Sementara yang lainnya hanya dilecehkan. Dimungkinkan, jumlah korban akan terus bertambah.

“Pelaku saat ini sudah kita naikkan menjadi tersangka, kemudian kami laksanakan pengembangan dan kita dalami, terkait dengan motif, kemudian data jumlah korban tidak menutup kemungkinan pasti akan bertambah,” kata Kasatreskrim Polres Batang AKBP Yorisa Prabowo.

E Paper

Populer