RADARSEMARANG.COM, Semarang – Banjir bandang yang terjadi di Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang Jumat (6/1) sore selain karena tanggul Sungai Pengkol Jebol, daerah perumahan ini juga merupakan daerah cekungan.
Total korban yang terdampak dari banjir bandang di Perumahan Dinar Indah Semarang itu 37 KK dan 184 jiwa.
“Dua hari yang lalu hampir meluap, tapi tidak sampai banjir. Dinar Indah ini memang langganan banjir kalau curah hujan tinggi,” kata Plt. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita.
Mbak Ita juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) karena sungai Pengkol ini merupakan wewenang pemerintah pusat. Namun Pemkot Semarang, melalui DPU akan membuat tanggul sementara.
“Kita sudah berkoordinasi dengan BBWS, aliran sungai ini ke Pucang Gading dan Sungai Babon. Saya minta warga tetap waspada, karena curah hujan masih tinggi. Tapi tadi DPU bilang, dari bendungan Ungaran sudah mulai surut,” katanya.
Untuk sementara ini Pemkot Semarang sudah melakukan sejumlah tindakan seperti mengirimkan batuan logistik dan batuan makanan, karena dapur umum yang seharusnya ditutup, kembali diaktifkan. “Di Balkot masih punya dapur umum yang seharuanya sudah tutup sore ini, mendengar ini akhirnya dapur umum menyiapkan sampai malam ini. Kami langsung kirim,” jelasnya.
Para korban banjir, lanjut Ita, akan diungsikan ke gedung Diklat milik Pemerintah Kota Semarang yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Musibah ini menyebabkan satu korban meninggal dunia. Korban tersebut meninggal terjebak seorang diri di dalam rumah.
“Anak-anak dan wanita nanti dibawa ke Balai Diklat, nanti kebutuhan makanan akan kami cukupi.Tadi juga ada korban jiwa, katanya berkebutuhan khusus, dan sodaranya sedang bekerja. Tapi sudah di urus ke RSWN,”pungkasnya. (den/bas)