RADARSEMARANG.COM, ALQURAN merupakan pedoman hidup bagi semua umat muslim. Nabi Muhammad SAW sebagi pendidik pertama, pada awal pertumbuhan Islam telah menjadikan Alquran sebagai dasar pendidikan Islam. Pada masa Rasulullah SAW, Alquran diajarkan secara langsung kepada sahabat dengan cara menghafalkan dan ada yang menuliskannya di pelapah kurma, tulang dan sebagainya.
Salah satu usaha nyata dalam proses pemeliharaan Alquran adalah dengan menghafalnya pada setiap generasi. Sebagai umat muslim kita diwajibkan untuk membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi dari Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Menghafal Alquran Juz Amma terutama surat-surat pendek bagi siswa SD sangat di haruskan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dan dapat digunakan dalam ibadah salat sehari-hari sehingga Alquran menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan.
Sementara itu, masa anak-anak dianggap menjadi masa yang sagat tepat yaitu masa emas untuk menerima pendidikan, sekolah berupaya untuk membentuk karakter religius yang tinggi sebagai pondasi bekal anak didik di masa mendatang.
Perlu diketahui bahwa SD Negeri Wonobodro 03 Kecamatan blado Kabupaten Batang 100 % guru dan siswanya beragama islam. Maka pembiasaan pagi yang dilaksanakan yaitu membaca Surat-surat Juz Amma (juz 30) Setiap harinya dengan jadwal yang sudah ditentukan.
Pembiasaan ini telah berlangsung sebelum adanya wabah covid tahun 2019. Sebelumnya, pembiasaan hanya dengan membaca surat Adh-Dhuha sampai dengan An-Nas dan tidak terukur dengan catatan setoran , sekarang setiap setoran tercatat di buku kendali siswa.
Pembiasaan membaca merupakan bagian dari pendidikan. Sebagaimana Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yaitu Surah Al-Alaq ayat : 1. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan”, ayat ini mengajarkan kita untuk membaca. Pelaksanaan pembiasaan di sekolah saya bertujuan untuk memotivasi agar gemar membaca dan cinta terhadap Alquran.
Pendidikan membutuhkan proses, apalagi menghafal melalui pembiasaan, tentunya butuh waktu yang lama. Adapun pelaksanaan pembiasaan ini adalah sebagai berikut: yang pertama, setiap pagi semua siswa dari kelas I-VI berbaris bersama dihalaman sekolah dengan membawa kitab Juz Amma. Kedua, salah satu siswa menyiapkan barisan.
Ketiga, dua siswa memimpin pembacaan Al-Fatihah dan Asmaul Husna yang dilanjutkan dengan Alquran surat juz Amma dengan menggunakan pengeras suara dan diikuti oleh semua siswa. Keempat, penghormatan kepada bendera merah putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, untuk menanamkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air kepada siswa. Kelima, siswa dibubarkan dengan tertib sambil urut berjabat tangan dengan para guru.
Adapun jadwal surat-surat yang dibaca setiap hari senin yaitu surat An-Naba, An-Naziat, dan Abasa, Selasa yaitu surat: At-takwir, Al-Infithar, Al-Mutofifin dan Al-Insiqaq, Rabu: Al-Buruj, At-Thariq, Al-A’la dan Al_ghosiyah, Kamis: Al-Fajr, Al-Balad, Asy-Syams dan A-Lail.
Sedangkan hari Jumat Kegiatan pembiasaan membaca Alquran di tiadakan karena di gunakan untuk senam bersama. Untuk hari Sabtu pagi, kegiatan pembiasaan membaca Alquran adalah surat Adh-Dhuha sampai dengan An-Nas seperti khataman Alquran.
Pada pembiasaan tersebut saya selaku guru Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Wonobodro 03 menemukan beberapa hambatan, terutama waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk setoran hafalan dari sekian banyak siswa, yang mana setiap setoran di ceklis di buku kendali kegiatan siswa sehari-hari. Pada mulanya terasa berat dan tidak mungkin.dengan komitmen dan kerjasama semua guru dan orang tua.
Setelah berjalan satu tahun lebih hasilnya sudah terlihat, yang awalnya tanpa melihat tulisan, anak tidak bisa melafalkan ayat-ayat surat juz Amma, terutama surat yang panjang dalam juz Amma. Sekarang dengan mendengar, anak bisa melafalkan dan meneruskan ayat, dan sudah banyak anak yang hafal surat-surat yang pendek.
Penerapan hafalan Dengan memanfaatkan waktu pagi, kegiatan anak yang sebelumnya tidak terarah menjadi terarah dan sangat bermanfaat. Ketidakmungkinan itu bisa jadi mungkin bila dengan niat, disiplin, gotong royong, kerja keras, tekad dan usaha yang kuat, InsyaAllah terwujud. (bt/zal)
Guru SDN Wonobodro 03, Batang