Sabtu, 30 Agustus 2025
Berlangganan
0,00 IDR

Tidak ada produk di keranjang.

Mengajak Guru Menjadi Demokratis

LAINNYA

RADARSEMARANG.COM, KEPALA Sekolah bertugas memberikan bimbingan, bantuan, pengawasan dan penilaian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan teknis penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan pengajaran yang berupa perbaikan program dan kegiatan pendidikan pengajaran untuk dapat menciptakan situasi belajar mengajar.

Membimbing guru-guru agar mereka dapat memahami secara jelas tujuan-tujuan pendidikan pengajaran yang hendak dicapai dan hubungan antara aktivitas pengajaran dengan tujuan-tujuan. peranan kepala sekolah sangat penting bagi guru-guru dan murid-murid.

Pada umumnya kepala sekolah memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin di bidang pengajaran, pengembangan kurikulum, administrasi kesiswaan, administrasi personalia staf, hubungan masyarakat, administrasi school plant, dan perlengkapan serta organisasi sekolah.

Selama ini penulis masih melihat beberapa guru di SDN 01 Depok Kec. Siwalan memposisikan guru sebagai pihak pemenang sedangkan peserta didik sebagai yang kalah.

Dengan istilah lain pengajar ini terkadang disebut pengajaran model ketua. Seorang ketua biasanya dalam kelompok posisinya selalu diatas, memegang perintah yang harus ditaati.

Hal ini membuat penulis harus membimbing kepada para guru bahwa ada dua metode pengajaran yaitu metode demokratis dan metode otoriter. Peran guru sebagai pemimpin dalam proses belajar mengajar adalah fasilitator belajar kelompok. Guru memberikan bimbingan kepada siswa dalam melakukan kegiatan-kegiatan belajar mengajar.

Bahkan siswa diberikan kesempatan memberikan koreksi terhadap guru dan gagasan murid sangat diperhatikan untuk menciptakan hubungan timbal balik yang harmonis. Dalam gaya kepemimpinan guru seperti ini akan muncul sikap bersahabat, terbuka, kreatif dan kerjasama. Metode demokratis adalah pendidikan yang berpusat pada murid.

Hal-hal yang harus dimiliki bila ingin menjadi guru yang demokratis adalah : Pertama, Guru harus memiliki beragam kecerdasan. Kedua, jadilah guru biofil. Guru biofil adalah guru ketika mengajar dan melakukan tindakan dalam pola tingkah laku selalu mengedepankan nilai-nilai dan jiwa yang hidup dengan cinta dan kasih sayang. Ketiga, Jadilah guru yang mendidik dengan hati.

Jadilah guru yang mendidik dengan hati, ada enam pilar pendidikan dengan hati berikut yaitu kasih sayang, penghargaan, pemberian ruang untuk mengembangkan diri, kepercayaan, kerjasama, saling berbagi, memotivasi, mendengarkan, berinteraksi secara positif, menanamkan nilai-nilai moral, mengingatkan dengan ketulusan hati, mengisnpirasi, dan menghormati. Keempat, Jadilah fasilitator dan mediator.Guru merangsang siswa belajar, mendukung, memberikan motivasi, memantau dan mengevaluasi yang ditemukan siswanya. Kelima, Ajarkan murid berpikir kritis.

Harapan penulis membimbing dewan guru dengan metode pendidikan demokratis supaya bisa berjalan dengan baik dan lancar di kelas. Karena gurulah yang menjadi tombak pendidikan di sekolah formal.

Bila mereka mampu menghayati nilai pendidikan, maka mereka akan mampu mendidik siswa secara demokratis, sedangkan apabila guru tidak demokratis, maka akan sulit bagi guru untuk membantu siswa bersikap demokratis. (gp/zal)

Kepala SDN 01 Depok, Kab. Pekalongan

E Paper

Populer