RADARSEMARANG.COM, Anak adalah pribadi yang unik. Setiap anak lahir memiliki karakter dan keunikan masing masing.
Sebagai pendidik tentunya kita menyadari hendaknya guru bisa memberikan pembelajaran terbaik. Yang memungkinkan setiap anak merasakan lingkungan belajar sesuai kebutuhannya untuk dapat berkembang dan tumbuh secara maksimal sesuai kodratnya.
Murid memiliki karakteristik beragam dengan kebutuhan belajar yang berbeda-beda.
Hal ini tentunya perlu direspon dengan tepat. Respon yang tepat akan menempatkan anak sesuai dengan kebutuhan belajarnya agar tidak terjadi kesenjangan belajar.
Dimana nantinya apa yang mereka capai tidak sesuai dengan yang seharusnya dapat ditunjukkan murid sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Untuk dapat mewujudkan profil kualifikasi lulusan yang sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional maka diperlukan upaya untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan semaksimal mungkin.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk merespon karakteristik murid-murid yang beragam ini adalah dengan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi. Itu juga dilakukan penulis di SD Negeri 02 Krasak, Kabupaten Pekalongan.
Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan guru dapat memaksimalkan perkembangan potensi yang dimiliki peserta didik melalui proses identifikasi kebutuhan belajar murid yang tepat.
Dengan pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya murid berkembang potensinya secara maksimal, namun proses pembelajaran akan lebih memberikan banyak ruang bagi murid untuk membuat, menentukan pilihan dan memberikan suara, sehingga proses belajar akan menjadi lebih menyenangkan, karena kita menempatkan murid sebagai subjek dalam pembelajaran.
Dalam Standar Proses, juga dijelaskan tentang kriteria minimal proses pelaksanaan pembelajaran yang harus dilakukan guru. Salah satunya yaitu terkait dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Di dalam pembuatan RPP terdapat beberapa prinsip yang harus diikuti, dimana salah satunya adalah bahwa perencanaan pembelajaran harus dilakukan dengan memperhatikan perbedaan individu setiap peserta didik.
Sebagai guru kelas yang memiliki jumlah murid banyak dengan beragam pula potensi yang mereka miliki, faktor inilah yang menggugah penulis menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.
Melakukan pembelajaran berdiferensiasi bukanlah berarti bahwa guru harus mengajar dengan 20 cara yang berbeda untuk mengajar 20 orang murid. Pembelajaran berdiferensiasi bukan berarti guru harus mengelompokkan yang pintar dengan yang pintar dan yang kurang dengan yang kurang. Bukan pula memberikan tugas yang berbeda untuk setiap anak.
Guru tentunya bukanlah manusia super yang bisa ke sana kemari untuk berada di tempat yang berbeda-beda dalam satu waktu. Tidak pula bisa memecahkan semua permasalahan. Kita hanya perlu menyiapkan pembelajaran sesuai kebutuhan, gaya belajar atau minat mereka.
Sebelum melakukan pembelajaran penulis melakukan assessment diagnosis dan observasi untuk mengetahui sejauh mana kesiapan belajar, minat dan profil belajar mereka.
Hasil yang didapatkan inilah yang menjadi dasar untuk memetakan anak, membuat Rencana Pembelajaran berdiferensiasi, menyiapkan media serta membuat rancangan asesmen untuk menilai proses pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Sebagai guru, kita semua tentu tahu bahwa murid akan menunjukkan kinerja lebih baik jika tugas yang diberikan memiliki kriteria berikut : Pertama, sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya (kesiapan belajar). Kedua, memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri seorang murid (minat). Ketiga, memberikan kesempatan bagi mereka untuk bekerja dengan cara yang mereka sukai (profil belajar).
Dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi kelebihan murid akan tereksplorasi, kebutuhan tercukupi dan kita sebagai guru akan berkembang melakukan inovasi.
Melalui pembelajaran berdiferensiasi kita wujudkan tujuan pendidikan Ki Hajar Dewantara untuk menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya”. (gp/fth)
Guru SD Negeri 02 Krasak, Kab. Pekalongan
