Bu Eha, Bandung, Warung Langganan Presiden Soekarno (1)

Otak dan Udang Goreng Kegemaran Inggit Garnasih

spot_img

Di Bandung, Bung Karno berjumpa istri keduanya, Inggit Garnasih. Di sana pula kiprah politiknya kian luar biasa. Namun, Kota Kembang juga menyimpan memori indah tentang petualangan kuliner Sang Proklamator. Warung Nasi Bu Eha salah satunya.

MAHASISWA dan mereka yang pernah berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) pasti mengenal Ma Eha. Atau, setidaknya pernah mendengar namanya. Dia adalah pemilik Warung Nasi Bu Eha. Itu adalah warung langganan mahasiswa ITB. Lebih tepatnya, unit pertolongan pertama bagi mahasiswa-mahasiswa duafa yang kelaparan. Pendeknya, mereka yang sampai harus utang dulu untuk makan.

Ma Eha bagaikan juru selamat bagi para mahasiswa tersebut.

Dia juga tidak pernah menolak kedatangan mereka. Di warung nasi yang dia kelola, para mahasiswa itu boleh makan sesukanya meski kantong mereka bolong. Bayarnya boleh saat kiriman uang dari kampung sudah tiba.

Layaknya warung makan lain di Bandung dan sekitarnya, Ma Eha menyajikan menu khas Sunda. Ada sayur lodeh, pepes ikan, pepes ayam, ayam goreng, tahu dan tempe goreng, gepuk, sambal dadak, juga lalapan. Pembeli yang datang boleh mengambil nasi sepuasnya, pun demikian lauknya. Pola itu tidak berubah sejak kali pertama Ma Eha membuka warungnya.

Baca juga:   Sate Kambing RM Madura Madrawi Favorit Delegasi Konferensi Asia-Afrika (2)

Mereka yang sudah menjadi pelanggan di warung itu tidak akan kagok saat butuh makan banyak. Sebaliknya, mereka juga tidak takut kekurangan jika terlalu sedikit mengambil nasi dan lauk. Sebab, mereka bisa nambah lagi.

Lokasi warung yang tidak pernah pindah dari awal berdiri juga memudahkan pelanggan untuk berkunjung. Warung Nasi Bu Eha berada di Pasar Cihapit, Bandung. Letaknya memang agak ke dalam. Dari parkiran pasar, pengunjung harus menyusuri lorong dengan berjalan kaki sekitar lima menit lebih dulu.

Warung legendaris itu selalu ramai pengunjung meski lokasinya tidak persis di pinggir jalan raya. Bahkan, banyak yang bukan mahasiswa atau almamater ITB yang menyempatkan datang ke warung tersebut. Mereka penasaran dengan warung nasi yang menjadi langganan para pejabat Jawa Barat itu.

Jauh sebelum menjadi warung favorit para pejabat atau mahasiswa, masakan Ma Eha lebih dulu memikat Bung Karno. Inggit kerap memesan masakan dari warung tersebut. Baik untuk dia konsumsi sendiri maupun untuk disantap bersama keluarga. Jika Bung Karno sedang singgah ke Bandung, Inggit menyuguhkan masakan Sunda buatan Ma Eha di rumah.

Baca juga:   Presiden dan Lidahnya

’’Biasanya otak sama udang, udang goreng,” ungkap Ma Eha tentang masakan favorit Inggit yang disuguhkan kepada Soekarno. Kepada Jawa Pos yang menemuinya pada 11 Desember 2021, perempuan 90 tahun itu mengatakan bahwa Bung Karno memang belum pernah datang langsung ke warungnya. Tapi, masakan Ma Eha berkali-kali disantap Putra Sang Fajar tersebut.

Populer

Lainnya