<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wisatawan &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<atom:link href="https://radarsemarang.com/tag/wisatawan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<description>What&#039;s Next?</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2023 02:53:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://radarsemarang.com/wp-content/uploads/2025/08/cropped-RS-DIGITAL-512-32x32.png</url>
	<title>Wisatawan &#8211; RADAR SEMARANG DIGITAL</title>
	<link>https://radarsemarang.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>286.382 Wisatawan Kunjungi Gunung Tidar Selama 2022</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/05/286-382-wisatawan-kunjungi-gunung-tidar-selama-2022/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2023 02:53:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Tidar]]></category>
		<category><![CDATA[Kebun Raya Gunung Tidar]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411560</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Magelang &#8211;  Jumlah pengunjung Kebun Raya Gunung Tidar pada 2022 naik 100 persen dibandingkan 2021. Pengunjung tahun 2021 hanya 140.446 karena pandemi dan mengikuti aturan pemerintah untuk tutup sementara. Kepala UPT Kebun Raya Gunung Tidar Yhan Noercahyo Wibowo mengatakan pada 2022, pihaknya melakukan penataan lokasi, promosi dan fasilitas tambahan. Sehingga kunjungan tahun 2022 mencapai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Magelang</em></strong> &#8211;  Jumlah pengunjung Kebun Raya Gunung Tidar pada 2022 naik 100 persen dibandingkan 2021. Pengunjung tahun 2021 hanya 140.446 karena pandemi dan mengikuti aturan pemerintah untuk tutup sementara.</p>
<p>Kepala UPT Kebun Raya Gunung Tidar Yhan Noercahyo Wibowo mengatakan pada 2022, pihaknya melakukan penataan lokasi, promosi dan fasilitas tambahan.</p>
<p>Sehingga kunjungan tahun 2022 mencapai 286.382 wisatawan. Jumlah ini melebihi 25 persen  dari target yang dicapai pada 2022.</p>
<p>Sementara pada Desember 2022, pengunjung mencapai 24.764 wisatawan. Jumlah ini banyak dibanding 2021 pada bulan sama, hanya 23.808 orang.</p>
<p><span id="more-411560"></span></p>
<p>Lanjut Yhan, jam operasional Gunung Tidar 24 jam. Karena memfasilitasi masyarakat yang berwisata religi. Dengan ziarah ke makam Syeh Syubakir, Kiai Sepanjang dan Mbah Semar.</p>
<p>Tahun ini pihaknya menargetkan jumlah pengunjung naik 100 persen dibanding 2022. Untuk mencapai itu, berbagai inovasi dilakukan.</p>
<p>Seperti program Serbu 3S (Segera Buru Pengunjung dengan Senyum, Salam, Sapa); Mas Pandu (Mas pemandu wisata dan informasi terkait Kebun Raya Gunung Tidar); serta Sitian (Sistem Informasi Penelitian) dan Sibuta (Sistem Informasi Botani).</p>
<p>Monyet ekor panjang juga menjadi salah satu potensi untuk menarik wisatawan. Mereka dapat berinteraksi dengan satwa tersebut pada waktu tertentu.  “Harapannya kunjungan di tempat kita semakin banyak. Ketika kunjungan semakin banyak maka perputaran perekonomian masyarakat juga bergerak sehingga memberikan dampak positif,”harap Yhan. <strong>(mg9/mg10/lis)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jumlah Wisatawan yang Berkunjung ke Candi Borobudur Tahun 2022 Tak Penuhi Target</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/02/jumlah-wisatawan-yang-berkunjung-ke-candi-borobudur-tahun-2022-tak-penuhi-target/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2023 06:56:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BOROBUDUR]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411240</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Mungkid – Kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) di tahun 2022 lalu masih belum mencapai target yang dibebankan sebanyak 1,6 juta pengunjung baik asing maupun domestik. Beberapa faktor menjadi penyebab masih belum tercapainya target kunjungan ke TWCB tahun 2022 tersebut. General Manager (GM) Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Jamaludin Mawardi mengatakan, hingga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Mungkid</em></strong> – Kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) di tahun 2022 lalu masih belum mencapai target yang dibebankan sebanyak 1,6 juta pengunjung baik asing maupun domestik. Beberapa faktor menjadi penyebab masih belum tercapainya target kunjungan ke TWCB tahun 2022 tersebut.</p>
<p>General Manager (GM) Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Jamaludin Mawardi mengatakan, hingga akhir Desember 2022 kemarin, target kunjungan wisatawan tidak dapat terpenuhi.</p>
<p>Dari target 1,6 juta wisatawan hanya mencapai 1,49 juta wisatawan, atau masih kurang sekitar delapan persen. “Jadi kami masih belum bisa mencapai 100% target yang dibebankan,” ungkapnya kepada wartawan.</p>
<p>Jamaludin menyampaikan, tidak tercapainya target di tahun 2022 lalu, disebabkan beberapa hal. Salah satunya, dengan adanya isu kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur yang mencapai angka Rp 750.000 per orang dan ini menjadi polemik di masyarakat.</p>
<p>“Stigma harga tiket masuk ke Candi Borobudur yang mahal sebesar Rp 750.000 per orang tersebut, ternyata masih dipersepsi oleh wisatawan. Sedangkan, kenyataan di lapangan tidak ada kenaikan tiket harga masuk,” terangnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, selain masalah harga tiket. Belum boleh naiknya wisatawan ke Candi Borobudur menjadi salah satu penyebab menurunnya minat wisatawan ke Borobudur. Jamaludin mengatakan, kunjungan tertinggi di Candi Borobudur itu di angka 9.000 sampai 10.000.</p>
<p>“Tertinggi kita puncaknya hanya di 11.000 pada waktu libur natal dan tahun baru kemarin 27 Desember 2022 lalu. Angka ini jauh dari yang kita targetkan, yakni picknya itu di angka 24 ribu wisatawan,” ucapnya.</p>
<p>Sementara itu, di tahun 2023 ini target kunjungan yang ingin dicapai oleh Taman Wisata Candi Borobudur di angka 2,2 juta kunjungan, baik wisatawan lokal maupun asing. Dengan adanya target ini, Jamaludin berharap, di tahun 2023 sudah ada izin naik ke tubuh bangunan Candi Borobudur. Hal ini pastinya akan menambah daya pikat wisatawan ke Borobudur.</p>
<p>“Selain itu, kita juga akan meningkatkan berbagai promosi dan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder baik daerah hingga kementerian,” ujarnya. <strong>(rfk/bas)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Libur Akhir Tahun, Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Semarang Naik 20 Persen</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/02/libur-akhir-tahun-kunjungan-wisatawan-di-kabupaten-semarang-naik-20-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2023 02:06:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[libur natal dan tahun baru]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411160</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Ungaran – Jumlah wisatawan di Kabupaten Semarang melonjak saat libur natal dan tahun baru. Peningkatan mencapai 20 persen. Cuaca ekstrem, tidak menyurutkan wisatawan berlibur dan menghabiskan waktu bareng keluarga. River Tubing Sungai Muncul di Desa Rowoboni Kecamatan Banyubiru salah satunya. Wisatawan bisa menikmati derasnya air Sungai Muncul di musim penghujan. Jumlah pengunjung yang datang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Ungaran</em></strong> – Jumlah wisatawan di Kabupaten Semarang melonjak saat libur natal dan tahun baru. Peningkatan mencapai 20 persen. Cuaca ekstrem, tidak menyurutkan wisatawan berlibur dan menghabiskan waktu bareng keluarga.</p>
<p>River Tubing Sungai Muncul di Desa Rowoboni Kecamatan Banyubiru salah satunya. Wisatawan bisa menikmati derasnya air Sungai Muncul di musim penghujan. Jumlah pengunjung yang datang rata-rata keluarga dan mengalami peningkatan. “Ada kenaikan selama libur natal dan tahun baru, lebih dari persen,” kata Pengelola Fun Tubing Muncul, Sofi Etika Aji.</p>
<p>Ia menambahkan, wisatawan bisa menikmati susur sungai dengan rute sepanjang tiga kilometer dengan kedalaman air mulai dari 50 sentimeter hingga satu meter. Meski musim penghujan air sungai tidak mengalami kebanjiran, hanya debit air bertambah. Pengunjung juga mendapatkan fasilitas berupa dokumentasi, penjemputan, gorengan, dan welcome drink. Pihaknya juga menyediakan sistem paketan bagi pengunjung yang membawa rombongan banyak.  &#8220;Kita tidak ada minimal pengunjung, satu dua pengunjung yang datang akan tetap dilayani, &#8221; ujarnya.</p>
<p>Lonjakan wisatwan juga dirasakan di Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK) di Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat. Selama liburan nataru mengalami kenaikan jumlah pengunjung meski tidak signifikan. Saat hari biasa, pengunjung sekitar 30 hingga 50 orang. Sedangkan weekend bisa sampai 100 pengunjung lebih. &#8220;Kalau asal pengunjung bervariasi, untuk libur nataru mayoritas pengunjung dari luar kota, &#8221; kata Ketua LMDH CLBK, Muhajirin.</p>
<p>Muhajirin menambahkan pihaknya tidak memaksa untuk grafik jumlah pengunjung harus naik drastis. Yang terpenting pihaknya mengutamakan kenyamanan dan keselamatan pengunjung, petugas, dan lainnya. &#8220;Jika cuaca dirasa sangat ekstrem kita ambil langkah untuk menutup wisata demi keselamatan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Heru Subroto, meminta para pengelola wisata alam terutama wisata air untuk memperhatikan perlengkapan keamanan. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang terkait sarana prasarana kelengkapan wisata.  &#8220;Ini kita lakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di lokasi wisata,&#8221; akunya. <strong>(nun/fth)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelancong Berburu Makanan Khas Semarang, Sehari Terjual 5 Ton Bandeng</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/01/pelancong-berburu-makanan-khas-semarang-sehari-terjual-5-ton-bandeng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2023 04:12:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Features]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[MAKANAN SEMARANG]]></category>
		<category><![CDATA[OLEH-OLEH KHAS SEMARANG]]></category>
		<category><![CDATA[top]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411103</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM &#8211; Pusat oleh-oleh, mal, dan hotel di Kota Semarang menjadi jujugan para pelancong. Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 ini, sudah pasti jauh lebih ramai ketimbang libur Nataru 2022 silam. Ini menandakan optimisme dan kebangkitan ekonomi. Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata dan pulang ke kampung halaman. Hal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM</strong> &#8211; Pusat oleh-oleh, mal, dan hotel di Kota Semarang menjadi jujugan para pelancong. Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 ini, sudah pasti jauh lebih ramai ketimbang libur Nataru 2022 silam. Ini menandakan optimisme dan kebangkitan ekonomi.</p>
<p>Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata dan pulang ke kampung halaman. Hal ini menyebabkan beberapa tempat wisata dan oleh-oleh diserbu masyarakat. Seperti di Jalan Pandanaran yang menjadi pusat oleh-oleh Kota Semarang.</p>
<p>Kendaraan yang didominasi roda empat ini mengantre untuk masuk ke pusat oleh-oleh. Sehingga membuat jalan menjadi macet. Salah satu toko yang dituju ialah Bandeng Juwana Elrina.</p>
<p>Bahkan kantong parkir tidak cukup menampung kendaraan. Mereka dialihkan ke toko di Jalan Pamulrarsih. Antrean panjang terjadi di tempat pemesanan bandeng presto. Meski menunggu lama, pembeli tetap mengantre dengan tertib. “Yang terkenal dan banyak dicari pembeli memang bandeng prestonya,” jelas karyawan Toko Wahyu Febrian.</p>
<p>Tentu saja pihak pengelola sudah menyiapkan stok berlebih untuk mengantisipasi lonjakan pembeli selama libur Nataru ini. Baik untuk bandeng atau makanan lain. “Tentu saja kami menyiapkan stok lebih banyak di banding hari lain untuk pengadaan barang-barangnya,” imbuhnya.</p>
<p>Libur Nataru ini penjualan toko oleh-oleh Bandeng Juwana Elrina naik 50 hingga 60 persen dibandingkan hari biasanya. Bahkan dalam sehari pihaknya bisa menghabiskan lima ton bandeng di hari libur Nataru. Sementara di hari biasa hanya dua ton. “Untuk peningkatan jumlah pengunjung ya sekitar 50 sampai 60 persen ya,” akunya.</p>
<p>Lebih lanjut, pria berusia 31 tahun ini mengaku telah mengantisipasi lonjakan permintaan pembeli dengan menambah karyawan. Yakni 20 orang yang terbagi menjadi dua <em>shift</em>. Sehingga pembeli tetap bisa terlayani meskipun toko ramai.</p>
<p>Selain membeli secara <em>offline</em>, pembeli juga melakukan pemesanan secara <em>online</em>. Yakni melalui ojek online. “Kami menambah tenaga kerja saat <em>event-event</em> seperti ini, seperti pocokan sekitar 5 sampai 10 per shiftnya,” tambahnya.</p>
<p>Salah satu pembeli Wulandari mengaku sengaja jauh-jauh dari Salatiga untuk membeli bandeng presto. Wanita berusia 25 tahun ini berniat membawa oleh-oleh untuk teman-temannya di Jakarta. “Ini mumpung cuti kerja, kemarin teman-teman nitip untuk dibelikan bandeng. Jadi saya sempatkan kesini sebelum berangkat,” akunya.</p>
<p>Berbeda dengan Toko Oleh-oleh Bandeng Elrina Juwana, Toko Oleh-Oleh Kampoeng Semarang tidak merasakan kenaikan pembeli ketika libur Nataru. Ketika koran ini datang hanya ada dua bus yang terparkir di halaman depan Kampoeng Semarang. Pembeli tetap sama seperti hari-hari biasanya. Namun, saat <em>weekend</em> ada kenaikan hingga 50 persen.</p>
<p>“Libur Nataru ini biasa saja seperti hari biasanya tidak ada peningkatan,” jelas Koordinator Parkir Widagdo.</p>
<p>Ia menambahkan jumlah bus yang datang ke Kampoeng Semarang hanya sekitar 5 hingga 20 bus setiap harinya. Kebanyakan pembeli juga wisatawan yang melakukan ziarah religi. Ia menyebutkan pengunjung didominasi dari arah Barat. Seperti Tegal, Pekalongan, Brebes, Pemalang, dan Batang.</p>
<p>“Hari ini sudah ada 9 bus, itu dari arah Barat semua. Mereka sedang melakukan ziarah terus mampir kesini beli oleh-oleh. Memang 80 persen peziarah yang datang mampir,” katanya.</p>
<p>Widagdo mengaku biasanya meraup untung ketika <em>weekend</em>. Dalam sehari ada lebih dari 50 bus yang datang. Ia pun bisa memperoleh uang parkir hingga Rp 2 juta. “Kalau <em>weekend</em> justru ramai, omzet sehari bisa sampai Rp 2 juta. Kalau hari biasa paling Rp 400 ribu,” akunya.</p>
<p>Salah satu pengunjung asal Serang, Ulya mengaku menyempatkan datang untuk membeli oleh-oleh di Kampoeng Semarang. Menurutnya, selain menyajikan beragam oleh-oleh, Kampoeng Semarang juga memiliki kafe yang bisa digunakan untuk istirahat bagi pengunjung.</p>
<p>“Mumpung sedang liburan terus mampir kesini. Oleh-olehnya beragam bukan cuma khas Kota Semarang saja tapi seluruh makanan khas Jateng ada disini, seperti carica, enting-enting gepuk juga ada tadi,” ungkapnya. <strong>(kap/ida)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengunjung Perdana Candi Borobudur 2023 Disambut dengan Dua Gajah</title>
		<link>https://radarsemarang.com/2023/01/01/pengunjung-perdana-candi-borobudur-2023-disambut-dengan-dua-gajah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[online]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2023 04:01:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[TWCB]]></category>
		<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Wisatawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://radarsemarang.jawapos.com/?p=411094</guid>

					<description><![CDATA[RADARSEMARANG.COM, Mungkid – Di awal tahun 2023, Minggu (1/1), Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Kabupaten Magelang, memberikan kejutan kepada pengunjung pertama yang datang. Wisatawan pertama yang datang ke Candi Borobudur mendapatkan surprise dari manajemen TWCB. Di hari perdana buka di tahun 2023, TWCB buka dari pukul 06.30 sampai 16.30. Wisatawan lokal dan asing pertama yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>RADARSEMARANG.COM, <em>Mungkid</em></strong> – Di awal tahun 2023, Minggu (1/1), Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Kabupaten Magelang, memberikan kejutan kepada pengunjung pertama yang datang. Wisatawan pertama yang datang ke Candi Borobudur mendapatkan surprise dari manajemen TWCB.</p>
<p>Di hari perdana buka di tahun 2023, TWCB buka dari pukul 06.30 sampai 16.30. Wisatawan lokal dan asing pertama yang beruntung mendapatkan surprise dari manajemen TWCB, yakni Dwi Wibowo bersama keluarga dari Cilacap dan Derrick HSU beserta Yichen Lin wisatawan dari Amerika keturunan Tiongkok.</p>
<p>Kedua rombongan wisatawan ini mendapatkan kejutan dengan disambut dua gajah cantik milik TWCB yang bernama Zella dan Echa. Selain disambut dengan dua gajah, para pengunjung pertama juga bisa berinteraksi dengan kedua gajah dengan memberikan makan dan berfoto bersama.</p>
<p>Selain itu, mereka juga mendapatkan give merchandise sebuah buku yang berisi seri Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Ratu Boko. Dan juga mereka mendapatkan fasilitas makan pagi, serta diajak keliling naik mobil listrik.</p>
<p>Dwi Wibowo, wisatawan asal Cilacap mengaku, sangat terkejut dan tidak menyangka akan mendapatkan kejutan dari manajemen TWCB. Ia juga mengaku, tidak menyangka ternyata manajemen sangat perhatian dengan para pengunjung. “Saya sangat senang, apalagi kita jauh-jauh dari Cilacap sampai ke TWCB ternyata mendapatkan sambutan yang sangat hangat,” ujarnya kepada wartawan.</p>
<p>Dwi mengaku, terakhir berkunjung di Candi Borobudur sudah 25 tahun yang lalu. Ia mengatakan, kunjungan ini bersama keluarga dan dalam rangka liburan akhir tahun serta libur sekolah.</p>
<p>Hal yang sama juga disampaikan oleh Derrick HSU beserta Yichen Lin wisatawan dari Amerika keturunan Tiongkok. Derrick HSU mengaku, sangat terkejut dan sangat bahagia dengan adanya kejutan ini. Yichen Lin juga mengaku, dua gajah yang ikut menyambut sangat cantik dan sangat ramah. “Ini merupakan yang pertama bagi kami berkunjung ke Candi Borobudur, this first time,” ujar mereka.</p>
<p>Sementara itu, GM Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Jamaludin Mawardi mengatakan, surprise ini merupakan sebuah tradisi yang selalu dilakukan TWCB di setiap awal tahun. Pihaknya memberikan apresiasi dan penghormatan kepada pengunjung pertama di tahun 2023 yang datang ke wisata Candi Borobudur, baik untuk wisatawan lokal maupun wisatawan asing.</p>
<p>“Untuk tamu yang pertama ini, kita memang ingin memberikan sesuatu yang surprise bagi mereka. Dengan harapan kunjungan awal di tahun 2023 ini menjadi semangat bagi kami dalam memberikan pelayanan kepada para wisatawan di Candi Borobudur,” ungkapnya. <strong>(rfk/bas)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
